Piru – Inilah momen yang sangat ditunggu – tunggu oleh Jamaah Calon Haji dan keluarga setelah dengan sabar menanti untuk memperoleh kesempatan menunaikan rukun islam yang ke – 5. Untuk memperoleh haji dan hajjah mabrurah, haruslah diawali dengan niat yang tulus dan diikuti dengan melaksanakan  rangkaian ibadah haji baik wajib dan rukunnya sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Allah SWT dan RasulNya, haruslah pula hal – hal yang dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan kemabruran haji seperti Rafas yakni perbuatan dosa yang disebabkan oleh gejolak nafsu, Fusuq yakni perbuatan dosa yang disebabkan oleh sifat – sifat tercela seperti sombong, iri hati dan dengki serta jidal yang merupakan perbuatan dosa yang disebabkan oleh tidak adanya kesabaran hingga timbul pertengkaran atau berbantah – bantahan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama Kab SBB yang adalah Kepala staf penyelenggara haji Kab SBB, Bpk Taslim Tuasikal, S.Ag

Kepala Staf Penyelenggara Haji Kab SBB, Bapak Taslim Tuasikal S.Ag

Lebih lanjut, Tuasikal menjelaskan bahwa haruslah dipahami pelaksanaan ibadah gaji itu dilakukan di negeri orang, sehingga kita harus menghormati aturan, ketentuan serta budaya yang berlaku di negara tersebut. Untuk itu, Jamaah Calon haji Kabupaten Seram Bagian Barat hendaknya menghindari dan menjauhi tindakan – tindakan yang tidak terpuji dan tidak melakukan kegiatan yang jelas – jelas dilarang oleh Pemerintah Arab Saudi, serta tidaklah mudah terprovokasi oleh isu – isu yang belum jelas kebenarannya. Untuk menghindari itu semua calon Jamaah Haji Kabupaten Seram Bagian Barat hendaknya mengonsentrasikan dirinya dalam ibadah yang merupakan tujuan utama kedatangannya di tanah suci.

Selain itu, harus dipahami pula bahwa jamaah Calon Haji Kabupaten Seram Bagian Barat akan berbaur dengan Calon Jamaah Haji lain dari berbagai negara yang akan melakukan ritual ibadah yang sama, dalam waktu yang sama, dalam waktu yang sama dan di tempat yang sama pula. Calon Jamaah Haji Kabupaten Seram Bagian Barat betul – betul harus menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi itu. Hilangkan sikap egois, mau menang dan merasa benar sendiri, buang jauh – jauh sikap arogan dan meremehkan orang lain. Bangun  rasa kasih sayang dan semangat kebersamaan. Perkuat persaudaraan,  perkokoh persatuan, kembangkan jiwa solidaritas, pupuk sikap toleransi dan saling menghormati, serta tampilah sebagai sosok haji Indonesia yang santun dan berakhlakul karimah.

Masih dalam laporannya, Tuasikal juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Ketua serta Anggota DPRD Kabupaten Setam Bagian Barat yang sampai pada saat ini tetap konsisten memberikan perhatian dan bantuan yang telah dianggarkan melalui APBD demi menunjang kelancaran penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Seram Bagian Barat. Dimulai dari pelaksanaan Manasik haji 8 kali pertemuan yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan, Manasik haji tingkat Kabupaten, pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin menangitis, pelepasan jamaah calon haji, membiayai biaya embarkasi sejak dari Piru ke asrama haji waiheru dan ke embarkasi makassar sampai in shaa Allah kembali nanti.

Kedepannya diharapkan pelayanan pembuatan paspor haji dapat dilakukan di Kota Piru dengan mendatangkan petugas imigrasi sehingga Jamaah Calon Haji tak perlu lagi ke Ambon untuk mengurusnya, sehingga dapat meminimalisir waktu dan tenaga para jamaah calon haji.

 

 

 

LEAVE A REPLY