Jakarta – Setelah beberapa waktu kemarin, Kab SBB menerima hibah barang negara ke kab/kota, kembali Kab SBB melalui program PAMSIMAS yang bersumber dari dana APBN yang kegiatan fisiknya ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum  mendapatkan RP 1 Miliar lebih untuk pembangunan Air Minum dan sanitasi di 6 Desa yang termasuk lokasi stunting.

Adapun 6 desa yang menjadi lokasi stunting adalah Desa Mornateng Rp 245.000.000, Desa Wakolo Rp 245.000.000, Desa Tahalupu Rp 245.000.000, Desa Buano Utara Rp 245.000.000, Desa Iha Rp 245.000.000, dan Desa Lumahlatal Rp 245.000.000 dengan total anggaran Rp 1.470.000.000,-

Bantuan ini di terima langsung oleh Bupati SBB, Drs M. Yasin Payapo, MPd saat menghadiri Kegiatan Rapat Kerja Teknis Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)..
Kegiatan dihadiri lebih dari 100 kab& kota prioritas penaganan stunting di Jakarta beberapa hari kemarin.

Stunting atau sering disebut kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun  (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada dibawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya. Standar yang dimaksud ada pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan penandatangan Komitmen oleh Bupati & walikota terkait komtmen di dalam memprioritaskan program2/kegiatan baik fisik/non fisik yg outputnya utk pencegahan dan mengurangi stunting di kab/kota.

LEAVE A REPLY