Piru-Kabupaten Seram Bagian Barat adalah satu-satunya daerah tertinggal yang disebut sebagai pemenang pada semua sektor lomba Inovasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Senin 22 Juni 2020 lalu. Prestasi gemilang tersebut diantaranya pada sector pasar Tradisional, Pasar Moderen, Restoran, Hotel, PTSP, Tempat Wisata dan Sektor Transportasi Umum, dengan mengirim video berdurasi maksimal dua menit yang menggambarkan protocol kesehatan dan simulasi di sector yang dipertandingkan.

Kepada salah satu media nasional dijakarta Bupati SBB menceritakan, semua video lomba dipersiapkan dengan seksama dalam tempo 10 hari. Waktu yang menurutnya relatif singkat itu dipergunakan sebaiknya bekerja sama dengan semua pihak jajaran pemerintahan di wilayahnya. “Persiapan benar-benar kami lakukan. Kami membentuk tim, setiap sektor dipimpin oleh kepala dinas terkait dan sebagai koordinatornya, kepala litbang. Saya langsung keluarkan SK untuk lomba ini. Saya ingin semua berjalan semaksimal mungkin sehingga dirinya mengundang Forkopimda untuk menguatkan persiapan lomba. “Bahkan saya mengundang ketua pengadilan untuk mencari masukan,” ucapnya.

Sebelum video lomba dikirim, Bupati SBB beserta jajaran melakukan pengecekan akhir agar semuanya berjalan sesuai harapan. “Sebelum video dikirim, kami berdoa dan membuahkan hasil yang tak diduga, berhasil raih juara disemua sektor lomba. Meski tidak semua juara satu. “Alhamdulillah, lomba sektor pasar modern kami juara 1, sementara pasar tradisional, transportasi umum, hotel dan PTSP juara 2. Sedangkan sektor restoran dan pariwisata juara 3. Total SBB mendapatkan Dana Inovasi Daerah Rp13 miliar,” tutur Bupati.

Menyinggung penggunaan dana sebagai pemenang lomba, Bupati tak mau gegabah. Ia menyebut hadiah dana inovasi daerah penggunaanya harus berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri. Daerah akan mengikuti ketentuan tersebut.

Katanya pula, kemenangan lomba inovasi daerah itu merupakan keberhasilan masyarakat SBB, keberhasilan pemda dan Forkopimda. “Ini membuktikan gerakan pembangunan di SBB dilakukan bersama semua elemen, secara keseluruhan SBB untuk saat ini harus menghadapi persoalan akses perhubungan dan sumber daya manusia. Makanya pemerintah Daerah mencoba mengatasinya dengan melakukan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat. Pembangunan jalan dan sosialisasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan penyandang predikat daerah tertinggal, Bupati SBB harus berupaya mengentaskan warganya yang sebagian besar penduduknya merupakan warga miskin. Itu sebabnya, hingga akhir kepemerintahannya, Yasin berharap bisa mengentaskan 15.000 kepala keluarga agar masuk dalam keluarga sejahtera. Namun semenjak Covid-19 melanda daerahnya Yasin mengakui banyak warganya yang terdampak. Warga miskin di wilayahnya kembali meningkat dengan adanya Covid-19. “Dari 26.000 KK masyarakat miskin, sebelum Covid-19 sudah turun mejadi sekitar 19.000 warga miskin. Tapi adanya Covid-19, warga miskinnya tambah menjadi 22.000 KK,” ungkap Yasin.

Upaya penanganan dampak Covid-19 juga telah dilakukan di SBB. Berbagai jenis bantuan pemerintah telah disalurkan. Dengan menggerakan semua elemen masyarakat mulai dari tingkat kecamatan hingga dusun agar semua bantuan tidak salah sasaran. Untuk itu Bupati menegaskan penggunaan data yang akurat menjadi kunci agar perencanaan pembagian bantuan tidak meleset.

Di masa tatanan kehidupan baru, Bupati juga akan terus mengajak seluruh warga masyarakat SBB untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan secara utuh. “New normal life ini pemda akan tetap kawal protokol kesehatan dengan jaga jarak, cuci tangan yang dilakukan dengan disiplin,” ajak Bupati

LEAVE A REPLY