PIRU – Sesuai dengan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan NAWACITA, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KEMENKOPUKM) sudah melakukan perbaikan dan revitalisasi pasar tradisional di daerah-daerah tertinggal.  Pemerintah Kabupaten SBB memperoleh satu slot pasar yang nantinya akan direvitalisasi.

Tujuan revitalisasi adalah memberikan kenyamanan bagi konsumen yang berbelanja, memberdayakan pedagang/ memotivasi pedagang supaya omzetnya meningkat, melestarikan pasar, dan mengangkat kearifan lokal yang ditunjukkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten SBB, Ir. Steve Alan Paliama, dalam wawancaranya dengan media ini, senin (28/5) menjelaskan Tahun 2018, SBB mendapat satu slot pasar yang akan direvitalisasi yaitu Pasar Waimital, Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.

Menurutnya, beberapa hal yang menjadi faktor pemilihan Pasar Waimital yakni ; tata kelola pasar yang masih semrawut, sanitasi dan higienitas yang kurang diperhatikan, belum adanya lahan parkir yang layak,  serta faktor kenyamanan bagi pengguna pasar. Stimulasi dengan revitalisasi pasar waimital diharapkan dapat mengurangi masalah-masalah tersebut, tandasnya.

Sejauh ini prosesnya sudah sampai pada pelelangan. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Kejari Piru terkait dengan pengawasan pendampingan revitalisasi pasar Waimital. Diharapkan dengan adanya pengawasan dari Dinskop & UKM dengan Kejari mulai dari peletakan batu pertama sampai selesai pengerjaan dapat diawasi langsung dan berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Pasar tradisional khususnya di SBB sangat perlu direvitalisasi agar tidak semakin kalah saing dengan pasar modern. kelengkapan barang, keamanan, kebersihan, kenyamanan. Tidak adanya  petugas keamanan serta petugas kebersihan, suasana yang tidak menyenangkan ini akan membuat orang malas ke pasar tradisional dan memilih untuk berbelanja di pasar modern, tambahnya.

Harapannya agar revitalisasi pasar rakyat bisa bermanfaat bagi kehidupan banyak orang dan mengerakkan ekonomi daerah khususnya Kabupaten SBB. Persoalan-persoalan terkait konflik kepentingan,  alih lahan, atau uang redistribusi pasti bisa diselesaikan dengan baik bila semua memahami tujuan program revitalisasi.

Reporter  : Mas Cris

LEAVE A REPLY