PIRU-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Dr. Masudin Sangaji, SP, MSi. mewakili Bupati  membuka secara simbolis pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK) tingkat SMP dan MTs tahun ajaran 2018/2019 se-kabupaten SBB bertempat di SMPN 1 Piru (22/4/2019).

Pembukaan ditandai dengan perilisan token oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan didampingi Kepala Satuan Pamong  Praja dan Kepala SMPN 1 Piru. Perilisan dilakukan pada perangkat komputer yang dipakai ujian sesi pertama para peserta ujian.

Suasana kegiatan pembukaan

SMPN 1 Piru sendiri, pelaksanaan ujian diikuti oleh 189 siswa, dibagi dalam 3 sesi dan menggunakan 2 ruang ujian dengan kapasitas 40 dan 38 kursi. Sekolah yang melaksanakan UNBK di SBB ada 12, terdiri dari 10 SMP dan 2 MTs.

Dalam sambutannya Kadis mengatakan “Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terimakasih banyak atas kerja keras kepala sekolah, ketua komite dan para dewan guru yang telah mempersiapkan semuanya sehingga pada hari kita bisa melaksanakan UNBK dan UNPK”.

Suasana ruang ujian

“Dari hasil pantauan kita, pelaksanaan kegiatan ini sudah berjalan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Hal ini sudah kita laporkan ke pusat. Sehingga bagi para siswa peserta ujian saya berharap dapat bekerja dengan baik dan mendapatkan hasil baik sehingga ke depan ada anak-anak bangsa dari seram bagian barat ini yang bisa mengangkat nama baik dari kabupaten ini” sambung beliau.

Dalam harapannya Kadis menyampaikan “Kedepannya kami berharap ada peningkatan dari segi jumlah sekolah penyelenggara UNBK dimana tahun ini bertambah menjadi 12 dari 7 pada tahun sebelumnya. Peningkatan-peningkatan seperti ini perlu karena sesuai dengan fokus kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga sesuai dengan arah visi dan misi bapak Bupati yakni peningkatan mutu serta sarana prasarana pendidikan.”

Kepala SMPN 1 Piru Amravel Wuritimur yang turut diwawancarai menambahkan bahwa sebelum kegiatan ini terlaksana sekolahnya telah melakukan beberapa persiapan diantaranya, pengalihan dan pengumpulan unit-unit komputer menuju ke ruangan ujian, kemudian bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kebudayaan dalam menghubungkan komputer dengan server di pusat, penyediaan listrik cadangan dan diakhiri dengan pelaksanaan dua kali simulasi.

Simulasi dilakukan untuk mengetahui tingkat persiapan dan kendala-kendala apa saja yang mungkin timbul nantinya dan dicarikan jalan keluarnya, sehingga pada hari pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.

Dalam harapannya Wuritimur mengatakan “kedepannya diharapkan laboratorium komputer yang dipakai ini tidak hanya terbatas penggunaannya pada UNBK saja tapi sekiranya ada aplikasi-aplikasi lain sehingga nantinya dapat dipakai pula pada saat ujian tengah semester dan semester dengan sistem offline.”

LEAVE A REPLY