Piru- Kapolres SBB mengelar Press Realese Kasus Penganiayaan, Kekerasan Bersama terhadap orang & barang, Penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, yang terjadi di Dusun Translok Desa Eti Kecamatan Seram Barat.

Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar Butar dalam Rilisnya kepada media menjelaskan bahwa” Terkait kasus yang terjadi di dusun translok Kec. Kairatus Barat Kab. SBB bermula pada tanggal 12 Oktober 2020 yang mana dalam kronologis awal bahwa VT mengendarai sepeda motornya melewati dusun translok, namun karena bunyi knalpotnya sangat bising, maka yang bersangkutan dicegat oleh beberapa pemuda translok. Ungkap Kapolres

Pada saat itu sempat terjadi cecok antara pemuda translok dengan VT, saat itu VT pun Tidak terima dengan perlakukan pemuda translok tersebut, VT kemudian pulang ke rumahnya di desa Lumoli & mengambil sebilah pisau kemudian dengan mengendarai KR2 kembali ke dusun translok & menemui beberapa pemuda dusun translok, diantaranya JP & ASL.

Setelah bertemu, terjadilah perkelahian antara VT dengan JP & ASL yang kemudian berujung penikaman yang dilakukan oleh VT terhadap ASL.

Setelah melakukan penikaman VT lari menyelamatkan diri ke desa Lumoli, sedangkan ASL dibantu oleh beberapa rekannya untuk dibawa ke RSU Piru.

Lanjut Kapolres SBB” Berselang beberapa waktu kemudian, ada beberapa warga desa Lumoli yang turun ke dusun translok dengan membawa senjata tajam dan sempat dicegat oleh salah seorang warga translok serta dihimbau untuk kembali ke Lumoli, namun saran tersebut tidak didengar.

Kedatangan warga Lumoli diketahui oleh beberapa pemuda translok. VP yang sebelumnya pulang ke rumah mengambil parang karena mendengar ASL ditikam, melakukan pembacokan terhadap YL (warga lumoli) setelah yang bersangkutan dilempari batu oleh YP karena akan lakukan pembacokan terhadap LS. Sebut Kapolres

Akibat peristiwa tersebut maka 3 nyawa sekaligus sebagai korban dalam kasusu itu yakni ASL (warga translok) MD, YL (warga lumoli) MD

VT (warga lumoli) memar. Pasal yg diterapkan yaitu” VT dikenakan pasal 338 dan atau 351 ayat (3) KUHP jo pasal 2 ayat (1) UU Drt No. 12 thn 1951. ancaman hukuman 10 tahun.

YP dikenakan pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 ayat (1) KUHP jo pasal 55 KUHP ancaman hukuman 5 tahun, YP & VP dikenakan pasal 170 ayat (3) dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman hukuman 12 tahun. Tutup Kapolres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar Butar

LEAVE A REPLY