PIRU-Mengambil tempat di Lapangan Tala Kota Piru pada kamis (12/07/2019)
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) menyelenggarakan Festival Pranata Adat dan Budaya untuk Perdamaian di Kabupaten Seram Bagian Barat (Kab. SBB).

Mengusung tema “Pesona adat dan budaya  harmoni pemersatu  dan perdamain masyarakat seram barat (SBB)” festival di awali dengan penyambutan Bupati SBB Drs. M.Yasin Payapo, MPd beserta Direktur daerah Pasca Konflik Kemendes RI Ibu Swasnita Sihotang, Direktur Pendayagunaan Pesisir Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. R. Moh. Ismail M.P, Direktur Institut Titian Perdamaian Moh. Miqdad, Perwakilan dari kepala Seksi Subdit wilayah IV Penanganan Daerah Pasca Konflik, King Faradai Wokas dan Slamet beserta staf satker dirjen PDTU Trevly V. Elvredo dan staf subdit Fajar Himawan Adipura.

Penyambutan Bupati SBB dan rombongan.

Disambut dengan pemasangan topi adat serta penampilan tarian tradisional Cakalele dan Lenso, Rombongan kemudian di arak menggunakan kain gandong menuju tempat acara.

Dibuka dengan laporan panitia, rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Bupati SBB mewakili tuan rumah.

Dalam sambuatannya beliau menyampaikan “Terimakasih kepada Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT karena telah memilih SBB, sebagai lokasi  kegiatan Penguatan Pranata Adat tahun 2019 dan berharap nanti akan ada lagi perhatian dari pemerintah pusat dalam bentuk bantuan bagi Kabupaten SBB khususnya dalam upaya melestarikan adat istiadat serta budaya yang ada di daerah ini.”

“Terimakasi juga buat pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi yang telah memilih daerah kami sebagai tempat diselenggarakannya Festival Pranata Adat, kami juga harap ada perhatian serius dari pemerintah  pusat dalam mendorong kemajuan dunia seni dan budaya di SBB ini,” ujar Bupati.

Bupati saat menyampaikan ucapan selamat datang.

Dalam harapannya Bupati meminta kepada masyarakat SBB “untuk kita juga di sini kiranya dapat turut andil dalam menumbuhkan dan memelihara semangat Budaya Pela dan Gandong yang sudah ada dari moyang-moyang kita dulu. Karena kalau mau dirunut dari cerita tua-tua kita dulu, maka kita ini sebenarnya satu dan berasal dari gunung yang kemudian turun dan berpencar. Jadi mari selalu jaga kerukunan dan rasa persaudaraan di antara kita agar tercipta SBB yang aman, nyaman dan penuh kasih sayang”.

Selanjutnya Direktur daerah Pasca Konflik Kemendes RI. Ibu Swasnita Sihotang berkesempatan menyampaikan sambutannya dimana dalam sambutannya beliau menyampaikan “selain  Rangkaian  acara  Penguatan Pranata Adat melalui  Festival  Budaya  untuk  Perdamaian ini, juga turut dilaksanakan  kegiatan Forum Perdamaian Desa untuk mendorong terciptanya pembangunan desa yang kondusif dan suasana berdesa yang damai dan berkeadilan sosial. Semoga rangkaian acara ini dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan persatuan dan kesatuan, menuju kab. SBB yang sejahtera.”

Ibu Swasnita Sihotang berkesempatan menyampaikan sambutannya.

“Para hadirin yang saya hormati program Pemerintah Indonesia saat ini antara lain melalui amanat Nawa Cita yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara dan Nawa Cita yang ke-3 yaitu membangun Undonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”, lanjut Swasnita Sihotang.

 Beliau menambahkan “posisi desa sangat strategis dan penting sebagai subyek dalam pembangunan, dimana tujuan pembangunan Desa sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Desa adalah meningkatkan kesejahteraan hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan Sumber Daya Alam dan lingkungan secara berkelanjutan yang dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan  guna mewujudkan pengutamaan  perdamaian dan keadilan sosial.”

“Dalam rangka mewujudkan Nawa Cita tersebut, sejak Tahun 2015 Pemerintah meluncurkan program Dana Desa(DD) sebesar 20,67 Triliun Rupiah, Tahun 2016 sebwsar 46,98 Triliun Rupiah, Tahun 2017 dan 2018 sebesar 60 Triliun Rupiah, dan Tahun 2019 Penerintah menaikkan Dana Desa menjadi 70 Triliun Rupiah. Meski banyak pihak yang meragukan ketika awal program ini dilaksanakan, ternyata 4 Tahun pemanfaatan akan Dana Desa hingga 12 Desember 2018 menunjukkan keberhasilan-keberhasilan antara lain secara umum” ujar Swasnita Sihotang.

Sebagai penutup Swasnita Sihotang menyampaikan “kami berharap Pemda SBB nantinya bisa mengusulkan kegiatan-kegiatan programnya yang benar-benar khusus untuk daerah-daerah yang mengalami konflik dan kita akan melakukan penanganan paska konfliknya dan diharapkan partisipasi atau inisiatif dari Pemda untuk segera menyusun karena pada bulan desember nanti akan ada penetapan anggaran dari pemerintah pusat akan ditetapkan oleh Presiden, jadi sebelum desember sudah diusulkan.”

Penampilan salah satu sanggar seni yang membawakan tarian.

Acara dilanjutkan dengan pagelaran kesenian dan budaya berupa tari-tarian serta paduan suara yang dibawakan oleh sanggar-sanggar seni yang ada di sekolah-sekolah se-kabupaten SBB dan Pemda SBB.

Tarian lainnya yang ditampilkan dalam festival.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain FORKOPIMDA Kabupaten SBB, para pimpinan OPD lingkup Pemda SBB , Camat se-SBB, para Raja, Kepala  Desa dan para Undangan lainnya.

LEAVE A REPLY