Piru– Proposal pengusulan pembangunan pelabuhan yang diusulkan Pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melalui Dinas Perhubungan direalisasikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Wujud realisasi ini tampak dengan diturunkannya 3 Konsultan perencanaan dari PT Marindo untuk melakukan servei dan study kelayakan pada titik yang direncanakan, yaitu Desa Tahalupu, Tonu Jaya dan Desa Sole Kecamatan Huamual Belakang, Jumat (17/8/2020).
“Alhamdulillah, proposal yang diajukan dari Pemkab SBB mendapat tanggapan Kemenhub, sehingga kami bertiga dari PT Marindo dipercayakan melakukan study kelayakan pada 3 titik, yakni Desa Tahalupu, Tonu Jaya dan Desa Sole,” kata Ferdi, salah satu konsultan di Tahalupu.
Kunjungan ini terkait dengan rencana penempatan pelabuhan Pelni dipulau Kelang. Dalam kunjungannya tim melakukan pemetaan terhadap kelayakan tiga desa tersebut.
“Dalam kunjugan kami hari ini ada beberapa yang kami lihat, yang nantinya menjadi laporan sekaligus sebagai bahan kajian dan evaluasi pihak kemenhub. Seperti lahan, listrik, pusat kesehatan, pendidikan serta dukungan dari masyarakat sekitar. Sebab, semua ini berpengaruh disaat evaluasi nanti” jelas Fery kepada wartawan.
Terkait kepastian penetapan pada titik mana pelabuhan tersebut nantinya dibangun, konsultan PT Marina ini tidak dapat memastikannya.
“Belum pasti karena kami juga masih meninjau dua lokasi lainnya yakni Tonu jaya dan Sole untuk menjadi bahan perbandingan. Dan juga nantinya masih ada study kelayakan selanjutnya sekitar 4 kali lagi,” jawabnya.
Diperkirakan bulan depan kemungkinan ada tim yang akan melakukan study dalam memetakan laut dari kedalaman, arah agin, Ombak dan lainnya. Yang pastinya dipulau ini akan dibangun pelabuhan karena dua pulau lainnya Manipa dan Buano telah ada pelabuhan,” tegasnya.
Kemungkinan besar pembangunan pelabuhan akan diarahkan ke Desa Tahalupu, disebabkan dari akses pendukung telah memadai dan dikuatkan dengan adanya kunjungan dari tim perhubungan laut sebelumnya. Dan juga, lokasi yang ditinjau sudah ada jalur kapalnya, hanya saja belum ada pelabuhan sehingga kapal-kapal milik Pelni belum dapat bersandar.
Sementara itu kepala bidang (Kabid) Perhubungan Laut (Hubla) Zet Renwarin yang mendampingi pihak PT Marindo menjelaskan, akibat dari banyaknya pulau di SBB, maka pemkab mengusulka pembangunan pelabuhan.
“Karena daerah SBB banyak pulau, maka butuh banyak pula pelabuhan. Tujuannya, untuk kelancaran akses barang dan jasa, karena kelancaran akses sangat berpengaruh pada tingkat ekonomi masyarakat SBB yang berada di kepulauan,” tutur Renwarin.
Dirinya berharap, pembangunan pelabuhan dipulau Kelang tidak terkendala seperti pada beberapa daetah lainnya di SBB. Karena, ketika pihak Kemenhub telah melakukan study itu tandanya pasti jadi. Semua tergantung dari pemerintah desa dan masyarakat setempat, mau proaktif atau tidak. Sebab, banyak pembangunan pelabuhan di SBB terkendala masalah pembebasan lahan.
“Untuk itu, pemerintah desa harus mampu meyakinkann bahwa pembangunan pelabuhan untuk kebaikan masyarkat,” pintanya.
Menanggapi apa yang disampaikan Kabid Hubla Dinas Perhubungan SBB itu, Penjabat Kepala Desa Tahalupu, Amir Dokolamo memastikan untuk masalah lahan pemerintah pihaknya telah menyiapkan dua lahan yang siap dihibakan dari pemiliknya kepada Pemkab SBB.
“Saya pastikan masyarakat Desa Tahalupu sangat mendukung pembangunan pelabuhan ini, sehingga mereka bersedia menghibakan lahan mereka. Untuk itu, pemerintah desa dan masyarakat Tahalupu sangat berharap dari hasil study dan pemetaan lapangan yg dilakukan keputusannya ditempatkan di Tahalupu,” tegas Dokolamu.
Menurutnya dari akses pendukung, baik laut, maupun Darat Tahalupu sangat layak dibanding dua lokasi lain yang akan dikunjungi nanti.

LEAVE A REPLY