Penjabat Desa Waisala, Staf Ahli Bupati, Danlantamal IX, Kadis Perikanan SBB, Camat Waisala

Waisala – UU no 32 tahun 2009 menjelaskan bahwa penggunaan Sumber Daya Alam harus selaras, serasi dan seimbang dengan fungsi lingkunga  hidup. Sebagai konsekuensinya, lebijakan, serta rencana dan program pembangunan harus dijiwai oleh kewajiban melakukan pelestarian lingkungan hidup dan mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Sumber daya Alam merupakan aset yang dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat yang harus dijaga, dan dikelola dalam rangka mewujudkan RAK juang yang tangguh demi mendukung pertahanan negara. Aktivitas budidaya keramba jaring apung harus terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi.

Pengembangan sektor  perikanan budidaya harus menjadi solusi alternatif dalam menggerakkan produktifitas perekonomian masyarakat.  Budidaya mengalami trend peningkatan produksi yang signifikan dari tahun ke tahun, oleh karena itu diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan. Selama ini sektor budidaya terasa terlupakan karena masyarakat masih terfokus pada pengembangan sektor perikanan tangkap yang terlihat stagnan bahkan menurun. Oleh karena itu, sebagai upaya merubah pola pikir masyarakat secara perlahan, maka diperlukan kegiatan – kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis dalam rangka menciptakan pembudidaya yang tangguh dan handal. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon, Laksamana Pertama Antongan Simatupang saat membuka  Program Kegiatan Budidaya Perikanan Keramba Jaring Apung tahun 2019 di Desa Waisala, pagi tadi.

Pengembangan  sektor perikanan di Provinsi Maluku, harusnya dikelola secara komprehensif, terarah dan terpadu. Untuk itu perlu ada sinergitas antara semua stakeholder perikanan yang ada. Para nelayan diberikan kemampuan serta tekhnologi yang ramah lingkungan dalam mengelola sumberdaya lautnya agar pengelolaan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan secara kelanjutan.

Oleh karena itu Lantamal IX bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dan Kabupaten Seram Bagian Barat melakukan pelatihan dan pengelolaan keramba jaring apung bagi para nelayan khususnya yang berada di desa Waisala ini. Dan nantinya diharapkan agar para kelompok pembudidaya bisa meningkatkan taraf hidupnya serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Danlantamal IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Antongan Simatupang

Untuk budidaya ikan melalui keramba jaring apung ini, faktor cuaca menjadi parameter kesuksesan baik di perairan laut dangkal maupun lepas pantai (Off shore).  Pemasangan perangkat KJA lepas pantai harus dilakukan langsung oleh tenaga ahli sesuai bidangnya. Lokasi KJA lepas pantai di wilayah Waisala ini, menurut saya merupakan suatu tempat yang sangat strategis. Untuk itu sebelum dimulainya pembibitan ikan, hari ini kita lakukan kegiatan pelatihan budidaya Keramba Jaring Apung, urai Jenderal Bintang Satu ini.

Sementara itu, Ketua Panitia yang adalah Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim, Letkol Laut (KH) Drs RS Banu W, M.Sc dalam laporannya menjelasķan bahwa tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan sekaligus memantapkan kemampuan personil dan masyarakat di desa Waisala baik perseorangan maupun kelompok dalam budidaya keramba jaring apung, serta meningkatkan koordinasi dan sinergitas baik pemerintah maupun non pemerintah dalam pelaksanaan budidaya keramba jaring apung ini. Pelatihan ini akan berlangsung sejak 24 April 2019 sampai 1 Mei 2019 di Desa Waisala yang diikuti oleh peserta sebanyak 100 orang.

Ramah tamah Danlantamal setelah pelaksanaan pembukaan kegiatan

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan dengan ramah tamah dimana pada momen ini Danlantamal menyerahkan bantuan kaos dan alat olahraga serta jaring kepada masyarakat dan pemuda di Desa Waisala.

LEAVE A REPLY