Para pengemudi roda dua dan roda empat di kota piru dan sekitarnya kabupaten seram bagian barat (SBB) saat ini kesulitan untuk mendapatkan BBM berupa Premiun dan pertalite. Sabtu 10/07/2019.

 

Kelangkaan Premiun dan pertalite di kota kabupaten SBB itu sejak jumat kemarin 09/08/2019 hingga saat ini, kehabisan Pasokan BBM di SBB itu di pengaruhi oleh Putusnya Jembatan Wai kaka yang berada di desa elpaputi untuk penghubung kabupaten SBB dan kota masohi yang merupakan Terminal BBM.

Yusias Akolo sala satu pemengudi motor ojek di kota piru yang lagi mencari Premium Untuk Motornya mengatakan saat ini
Minyak susah , untuk mendapat kan minyak dua liter harus antri hingga lebih satu jam.” Sekarang minyak Sulit Kita tidak bisa narik ojek lagi,kalau yang dapat antri hingga satu “. Ujar akolo.

Sementara itu Bernadus Kissya Penjual minyak Nonik Yang berjualan di kota piru mengatakan kesulitan BBM saat ini di pengaruhi oleh Putusnya jembatan wai kaka hingga transportasi masohi tidak bisa terhubung ke kabupaten SBB .” Iya saat ini BBM ada kesulitan suda sejak kemarin, ini di sebakan putusnya jembatan wai kaka.” Ujarnya.

sementara itu pihak Pemerintah daerah melalui disperindag kabupaten seram bagian barat( SBB) telah melakukan langka kordinasi dengan PT.L.Nussa di kabupaten maluku tengah kota masohi Untuk dapat memasukan Pasokan BBM berupa premium dan pertalite ke SBB dan saat ini pihak PT.L.Nusa suda memasukan pasokan BBM ke SBB untuk selanjutnya di bagikan kepada pengecer kota piru dan sekitarnya lewati jalur taniwel hal ini di sampaikan oleh kepala dinas disperindag kabupaten SBB Drs.Solemang kibas kepada wartawan di piru.Sabtu 10/08/2019.” Saat ini kita kordinasi dengan PT.L.nussa untuk memasukan BBM ke SBB, dan sekarang minyak suda masuk ke PMS dan akan di bagikan ke pengecer ,” ujar kibas.

Kibas juga memastikan tidak akan ada pengecer yang menjual BBM dengan harga yang tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET ) yakni Rp .10.000 ,jika ada pengecer yang menjual di luar HET maka sangsinya ijin penjualan di cabut oleh Disperindag SBB.” dan kami mintakan buat pengecer tidak boleh menjual harga di atas harga eceran tertinggi ,jika ada yang menjual di luar itu maka ijin akan di cabut.” Tegas Kibas.

LEAVE A REPLY