KETUA Tim PKK Maluku, Widya Murad Ismail meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku maupun Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terhadap anak-anak yang memerlukan penanganan medis, khususnya Wa Surti.
Demikian penjelasan Widya Murad Ismail Kamis (26/11/2020) disela-sela kunjungannya ke Kos-kosan Wa Surti di desa Poka.
Istri orang nomor satu di Maluku menjelaskan, setelah mendapat kabar terkait Bocah 10 Tahun penderita kanker mata sudah setahun tidak tertangani, langsung berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Provinsi dan kepala Biro Kesra untuk menjenguk Surti.
Dirinya menyampaikan, sangat prihatin dengan nasib Surti, karena.sudah setahun tidak tertangani, untuk itu ia bersama Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan akan membantu sehingga Surti bisa mendapat pengobatan dan penanganan medis yang layak.
“Yang pasti, kami sangat prihatin, kok sudah sampai satu tahun anak ini tidak tertangani,” sesal Widya.
Setelah melihat dan memeriksa kondisi Surti, Widya berjanji akan mengurus BPJS-nya beserta kelengkapan lainnya agar bocah tersebut bisa dirujuk ke Makasar.
,”Insha Allah setelah diurus administrasinya, akan segera kita rujuk ke Makassar dulu, disana nanti seperti apa, nanti kita lihat,” jelasnya.
Dirinya meminta agar kasus yang dialami Wa Surti dapat dijadikan contoh bagi para pemimpin daerah, terkhususnya di Kabupaten/kota
“Harapan saya, mudah-mudahan ini menjadi contoh untuk para pemimpin-pemimpin di daerah, terkhususnya di kabupaten/kota, mari kita melihat anak-anak kita, generasi muda kita. Kalau memang dari puskesmas atau dari dokter-dokter setempat yang sudah memeriksa awal, ada gejala gejala seperti ini dari keluarga yang kurang mampu, baiknya tolong dirujuk, paling tidak ke provinsi,” ujar Widya.
Selain itu Widya berharap hal-hal seperti ini, jangan hanya menjadi perhatian isteri gubernur, ia meminta agar isteri-isteri kepala daerah lainnya juga memiliki sensitivitas terkait persoalan yang menimpa rakyatnya.
“Harapan saya, mohon tidak hanya seorang ibu gubernur, saya maunya seorang ibu bupati, walikota atau lurah, camat, RT, desa sebagai unsur pimpinan, tolong peduli dengan hal-hal yang menyangkut kesehatan seperti ini. Kasihan kalau sampai mereka terlambat ditangani,” tandasnya.
Wa Surti, bocah berusia 10 tahun, asal Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat yang
menderita kanker pada bola mata kanannya, kini terbaring tidak berdaya di kamar kost kerabatnya di Desa Rumah Tiga, Ambon.
Kanker mata (retinoblastoma) yang diderita bayi malang dari pasangan La Bulamba dan Wa Dima itu, bola sudah semakin ganas.
Bola matanya mulai mengalami pembesaran, hanya tiga bulan saja, sel-sel kanker menyebabkan bola mata kanannya membesar dan memerah di seluruh mata kanan bocah yang baru duduk di kelas 1 sekolah dasar.
Yeni Amat, salah satu kerabat Surti mengatakan, awalnya pada Januari 2020, Surti mengalami gejala berupa iritasi.
Lama-kelamaan timbul benjolan disertai cairan, yang terus membesar dan merambah sampai ke bagian
kepala.
Karena benjolan matanya semakin membesar, tiga bulan yang lalu, orang tua Surti membawanya ke Ambon untuk berobat.
Setelah melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Ambon, Surti di sarankan untuk di rujuk di rumah sakit di Jakarta atau Makassar, dikarenakan rumah sakit di daerah ini belum memiliki peralatan medis yang memada.
Namun, karena tidak mempunyai biaya untuk pengobatan, orang tuanya pun pasrah dengan kondisi Surti yang setiap harinya hanya bisa terbaring lemas.
“Sudah tiga hari ini, kondisinya sudah mulai menurun, Surti sudah mulai merasakan sakit di bagian mata, telinga dan kepala. Ia pun sudah tidak ingin makan, dan setiap makan pasti muntah.

LEAVE A REPLY