PIRU-Sudah menjadi kebiasaan bagi para pecinta sepak bola, untuk memasang bendera negara asing setiap momen piala dunia. Namun tanpa mereka sadari, hal itu sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing.

Musim piala dunia 2018 di Russia memberi euphoria yang besar bagi negara-negara pendukung tim yang lolos. Berbagai dukungan mengalir pada linimasa hingga atribut atribut yang dikenakan para pendukung.

Tak terkecuali di Kabupaten Seram Bagian Barat, saat piala dunia hampir di tiap komplek dan perkampungan suasana sportifitas terasa. Di Kota Piru khususnya, euphoria piala dunia begitu kental. Pada beberapa persimpangan jalan dibangun pos nonton bareng atau nobar. Tak ketinggalan ada yang mengecat rumah menggunakan warna bendera negara yang didukung.

Namun ada satu lagi yang menonjol  yakni memasang  bendera Negara asing  dari tim  peserta  piala dunia 2018. Bendera tersebut sebagai bentuk dukungan si pemilik rumah terhadap tim yang bermain. Bahkan tak jarang satu rumah punya lebih dari satu bendera.

Sebagaimana dijelaskan dalam PP tersebut pasal 1 ayat 1b bahwa bendera kebangsaan asing boleh dipasang pada waktu Kepala Negara, Wakil Kepala Negara, atau Perdana Menteri negara tersebut berkunjung ke Indonesia, di tempat-tempat yang didatangi.

Sedangkan dalam ayat 3 dijelaskan bahwa bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain dengan izin kepala daerah, jika menurut pendapatnya pada kesempatan-kesempatan itu bendera kebangsaan asing layak digunakan, seperti pada pertemuan-pertemuan internasional dan event-event internasional. Penggunaan bendera kebangsaan asing itu dilakukan pada tempat-tempat dimana diadakan kesempatan-kesempatan tersebut. Dan bagi yang melanggar diancam dengan hukuman tiga bulan penjara.

Dikutip dari (Kumparan.Com) Kabid Humas Polda Maluku M. Roem Ohoirat menegaskan, pengibaran bendera asing yang dilakukan sebagai dukungan atau fans terhadap negara peserta piala dunia tertentu merupakan pelanggaran.

Bagi mereka yang telah terlanjur mengibarkan agar segera menurunkannya. Bagi yang melanggar ketentuan tersebut akan dihukum dengan hukuman kurungan maksimal tiga bulan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY