Piru-Kabupaten Seram Bagian Barat yang dijuluki Saka Mese Nusa kini mulai berbena dibawa kepemimpinan Drs. M Yasin Payapo, M.Pd dan Wakil Bupati Timotius Akerina,SE,M.Si. Kemimpinan yang ditoreh oleh kedua pasangan ini memiliki wujud pengabdian kerakyatan. Hal ini tergambar dimana desain program yang dirancang bernuansa “Pro Rakyat Kecil”.

Adapun potret pembangunan  infrastruktur jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat kecil untuk dijadikan sebagai sarana pengembangan kehidupan keseharian kini mulai dirasakan seperti pembukaan ruas jalan baru Kaiwatu, Rumberu, Rambatu dan Manusa di Kecamatan Inamosol. Sebagaimana diketahui Kecamatan Inamosol adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Barat yang terletak di daerah pegunungan yang jauh dari sentuhan pemerintah daerah kepemimpinan yang lalu bila dicermati, namun di era kepemimpinan sekarang menjadi fokus utama, olehnya itu Sekertaris Daerah KNPI Kabupaten SBB Sapunia.N.Urasana,S.Sos  memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang  telah membuka akses jalan sepanjang 6 kilo lebih dari 24,950 kilo yang direncanakan dalam Tahun ini. Tahapan awal pembukaan akses jalan ini pada gilirannya memacu  semangat  masyarakat untuk lebih intens dalam mengelola sumber daya alam sebagai lumbung perekomian dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraannya.

Dengan demikian selaku institusi kepemudaan di Kabupaten Seram Bagian Barat, kami tetap berada digaris depan untuk selalu memberikan semangat dan dorongan buat pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seperti yang dilansir oleh beberapa media perihal tentang isu yang diblowup oleh segelintir orang bahwa “Tidak adanya proses pembangunan di Kabupaten SBB” itu adalah bentuk pikiran yang irasional (tidak mendasar) sebab tidak sesuai dengan kondisi objektif yang ada.

Senada dengan KNPI, sekertaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Seram Bagian Barat F Taihuttu mengemukakan bahwa perencanaan pembangunan, yang dikemas oleh pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat sangatlah berarti. Hal ini ditandai dimana penataan kota piru sebagai sentra kabupaten mulai tertata secara apik. Demikian pula asset daerah yang selama kepemimpinan yang lalu menjadi misteri kini mulai terungkap dengan diterapkannya kebijakan yang transparan dan akuntabel, indikatornya adalah penertiban seluruh asset daerah baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Kebijakan yang diambil oleh Bupati dan Wakil Bupati SBB adalah sebuah kebijakan yang bermuara pada terciptanya “Good governance and Clean goverment”, Yang sepatutnya didukung oleh segenap elemen masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.

sementara itu, salah satu komponen tokoh masyarakat piru, Nataniel Nindatu menegaskan bahwa isu seputar tidak adanya pembangunan di Kabupaten Seram Bagian Barat dan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa itu adalah isu di siang bolong atau isu pepesan kosong, yang artinya isu yang dilontarkan tidak sesuai dengan realitas yang ada. Isu ini seolah-olah dimainkan guna membentuk opini publik yang ujungnya berpengaruh pada reputasi  dan kredibilitas kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati SBB. Oleh karena itu, Saya Menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat agar jangan percaya isu-isu menyesatkan yang ingin menjatuhkan reputasi dan kredibilitas kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.

Demikian pula menurut Nataniel bahwa pemberitaan yang dimuat pada media harian Ambon Ekspres edisi 21 September 2018 dimana diberitakan bahwa “Adik Kakak Bupati menjadi Makelar Proyek pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat adalah tidak benar. Ketidakbenaran ini dapat saya ulaskan karena pelaksanaan proyek itu ada prosedur dan mekanisme formalnya, sehingga tidak mungkin ada ruang untuk keterlibatan pihak-pihak luar mengintervensi prosedur dan mekanisme pelaksanaan proyek yang berlangsung di dinas bersangkutan. Jadi dengan demikian hal ini merupakan sebuah “uraian pembohongan publik”.

 

LEAVE A REPLY