Serangkaian dengan kegiatan Karya Bakti Skala Besar dalam rangka serbuan teritorial Kodam XVI Pattimura tahun 2019 bertempat di Dusun Waiyoho, Desa Kawa, Kabupaten Seram bagian Barat Sabtu (13/7/19), pihak Kodam juga turut menggelar kegiatan Kemah Bakti Pemuda yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Foto bersama Kodim XVI bersama Pemda Kab. SBB.

Dibuka tanpa biaya pendaftaran, kegiatan ini turut melibatkan kurang lebih 500-an pemuda dan pemudi yang ada di sekitaran Dusun Waiyoho, seperti Pelita jaya, Kawa, Eti, Waitosol dan lainnya.

Selama dua hari para peserta yang sudah registrasi kemudian diarahkan dan dibantu untuk mendirikan tenda-tenda outdoor sebagai tempat  mereka menginap. Oleh pihak penyelenggara, Meraka akan digembleng dan dididik melalui beberapa latihan ketangkasan dan halang rintang yang dikemas layaknya mancakrida atau istilah kerennya outbound. Dimana setiap peserta yang sudah dibagi dalam kelompok-kelompok nantinya akan berlomba mengatasi setiap rintangan outbound tersebut.

Adapun outbound yang disediakan empat item antara lain, Rayapan tali dua, Jaring pendarat, Jembatan tali satu dan terakhir ada Penyebrangan basah. Sesi awal kegiatan ini dimulai dengan pengenalan serta bagaimana cara melewati rintangan oleh tenaga instruktur terlatih.

Koordinator penanggungjawab kegiatan Outbound ini Kapten I.D. Agung saat ditemui disela-sela kegiatan turut menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan Kemah Bakti ini, “kami melaksanakan kegiatan ini sebenarnya adalah bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta membangun metalitas dan jiwa juang dari para pemuda-pemudi ini karena bagaimanapun juga Meraka adalah Pemuda pemudi harapan bangsa di masa yang akan datang. Pemuda adalah generasi penerus kita dan tulang punggung negara ini.”

Kapten ID Agung saat di wawancarai media ini.

Kapten Agung kemudian menyampaikan harapannya bagi para peserta perkemahan ini “setelah selesai dari kegiatan ini, saya berharap para pemuda ini mentalnya dapat terbina dengan baik, jiwa nasionalisme kepada bangsa dan negara ini ke depannya bisa lebih bagus lagi. Terlebih lagi ketika kembali ke lingkungannya masing-masing nanti dapat contoh serta teladan yang membanggakan dan berguna bagi keluarga dan masyarakatnya”.

Kegiatan ini ditutup dengan penyalahan api unggun dan nyanyi bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan.

LEAVE A REPLY