Bupati Seram Bagian Barat M. Yasin Payapo  yang didampingi Wakil Bupati Timotius Akerina dan beberapa Jajaran Forkopimda SBB dalam Kunjungan Kerja di Desa Waimital dan Kairatu menakankan bahwa tidak dibenarkan untuk setiap Desa menerapkan lock down wilayah antar desa.

Hal tersebut disampaikan Payapo saat pertemuan dengan beberapa Warga di Dalai Desa Waimital, pada Rabu (13/5), menyusul laporan pembatasan wilayah akibat meninggalnya DAS, Pasien yang diduga meninggal akibat poaitif Covid-19 beberapa hari kemarin.

“Tentang Lock Down wilayah Kewenangannya ada pada pemerintah Daerah, Desa tidak berhak menerapkan Lock Down tanpa ada perintah dari Pemerintah Daerah”, Tegas Payapo.

 

Dalam pertemuan dengan tokoh masyarkat Waemital di Balai Desa itu, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah Desa dalam penangan dan pencegahan Covid-19 harus selalu meminta petunjuk dan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten apalagi berkaitan dengan lock down wilayah.

Beberpa Warga Desa Waimital bersama Kepala kepeala OPD saat mendengar arahan dari Bupati SBB M. Yasin Payapo

Ditempat yang sama beberapa warga yang hadir meminta kepada Orang Nomor satu SBB tersebut untuk mengevaluasi terkait kebijakan sepihak dari beberapa desa yang menetapkan pembatasan wilayah yang menurut mereka sangat meresahkan warga masyarakat yang menggunakan jalan utama trans seram dalam hal mencari nafkah.

“skali lagi, hingga saat ini dari pemkab tidak pernah mengeluarkan instruksi lock down, dan pemkab akan mengambil tindakan untuk itu jika ada desa yang menerpkan lock down”, Pungkas Payapo.

LEAVE A REPLY