Piru – Kabupaten Seram Bagian Barat yang berciri kepulauan selain sangat eksotik dengan panorama alamnya, juga memiliki banyak potensi kejadian bencana alam. Dari 12 jenis bencana alam, Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki potensi terjadinya 11 bencana alam. Oleh karena itu dibutuhkan kecermatan menganalisis potensi atau resiko suatu kejadian bencana, dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk meminimalkan resiko suatu bencana.

Sekretaris Daerah dalam sambutannya menyampaikan, kita semua memahami bahwa bencana dapat terjadi karena faktor alam tetapi juga dapat terjadi karena faktor perbuatan manusia. Dua hal yang mempunyai efek yang sama yaitu  penderitaan kepada manusia atau masyarakat. Itulah tugas kita semua untuk menangani, mencegah dan juga mendidik masyarakat untuk siap siaga menghadapi apabila terjadi bencana.

Masyarakat harus tau potensi bencana yang sewaktu – waktu terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, dan apa yag harus dilakukan apabila terjadi. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana di wilayah kita. Paradigma penanggulangan bencana saat ini lebih diprioritaskan kepada pengurangan resiko bencana, suatu kondisi dimana dilakukan upaya – upaya mengurangi kerentanan, meningkatkan kapasitas masyarakat, sehingga resiko yang diakibatkan suatu bencana semakin kecil.

“Saya harapkan semua stakeholder dapat memberikan perhatian kepada upaya kesiapsiagaan dan pencegahan, supaya ketangguhan masyarakat dapat diwujudkan dan bukan hanya slogan saja.” lanjut Tuharea.

 

LEAVE A REPLY