BUPATI SBB saat memberikan sambutan

Piru – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat lewat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) SBB gelar kegiatan sosialisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Aula Gedung Hatutelu Piru, Rabu (28/8/19).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Seram Bagian Barat Drs.M Yasin Payapo M.Pd, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI Bambang Dwi Anggoro S.sos, M. Eng, CEH dan Staff Ika Kartika, Plh Sekretaris Daerah H.SY. Silawane, SH.M.Si, beberapa Kepala OPD di Lingkup Kab.SBB, serta Peserta Kegiatan Sosialisasi SPBE.

Kegiatan Sosialisasi SPBE dibuka oleh Bupati seram bagian Barat, dan diikuti oleh 37 Kepala OPD dan 38 Peserta perwakilan dari masing-masing OPD di lingkup Kab.SBB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE.

Peserta Sosialisasi SPBE

Dalam sambutannya, Bupati SBB Drs. M. Yasin Payapo menyampaikan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Kabupaten Seram Bagian Barat pada kenyataannya telah diwujudkan dalam berbagai aspek, seperti penerapan aplikasi perencanaan, aplikasi keuangan atau SIMDA, aplikasi kepegawaian atau SIMPEG dan sebagainya. 

Bupati SBB saat memberikan sambutan

 

“Hal ini masih tahap awal dan perlu banyak proses dalam bentuk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, peningkatan sumber daya manusia ASN di bidang TIK, tata kelola dan faktor pendukung SPBE lainnya. Olehnya itu upaya-upaya konkrit dan berkelanjutan bagi penyelesaian permasalahan di atas sudah saatnya menjadi prioritas dalam rangka mewujudkan Visi “Kasi Bae SBB” demi peningkatan kesejahteraan di Bumi Saka Mese Nusa tercinta”, kata beliau.

Melalui kesempatan itu, Bupati SBB berharap sinergitas dan soliditas yang baik antar perangkat daerah dan semua pemangku kepentingan, dapat menaikan status SPBE Kabupaten Seram Bagian Barat, dari yang sekarang predikat kurang menjadi cukup atau baik di tahun depan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Bambang Dwi Anggoro yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Kehadiran beliau sebagai narasumber di kegiatan ini merupakan bentuk perhatian terhadap hasil identifikasi terhadap daerah-daerah yang implementasi E-Goverment belum tumbuh secara maksimal seperti Kabupaten Seram Bagian Barat dan memiliki banyak potensi untuk ditingkatkan.

“Kita sudah mengevaluasi implementasi E-Goverment di SBB, sekarang kita melakukan percepatan implementasi serta perbaikan-perbaikannya ”, ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa melalui Perpres yang baru ini, Presiden mengamanahkan mulai melakukan pengketatan belanja infrastruktur secara masif di semua OPD. Untuk kebutuhan penyediaanya disentralisasi atau dikoordinir oleh Dinas Kominfo sehingga OPD bisa fokus pada tusinya, tidak lagi disibukkan dengan pengadaan infrastruktur dan membangun aplikasi masing-masing yang berdampak pada pemborosan serta data dan layanan tidak terintegrasi.

“Kita mendorong semua OPD untuk bekerjasama dalam satu ekosistem untuk meningkatkan kualitas layanannya supaya masyarakat SBB lebih dimudahkan, investor juga bisa masuk. Perlu diketahui investasi bukan hanya tergantung pada sumber daya alam tetapi bagaimana pemerintah dapat menyediakan layanan lebih baik, memberikan kemudahan, transparansi dan memonitor pelaksanaan”, tutupnya.

LEAVE A REPLY