Piru –  Setelah resmi mengucapkan sumpah/janji sebagai Anggota DPRD Kabupaten SBB masa jabatan 2019 – 2024, sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 pasal 165 ayat 1, maka pimpinan DPRD Kabupaten/kota  yang belum terbentuk,  DPRD Kabupaten/kota dipimpin oleh pimpinan sementara DPRD Kabupaten/Kota. Dan ayat 2 yang berbunyi pimpinan sementara DPRD Kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas 1 orang ketua dan 1 orang wakik ketua yang berasal dari 2 partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama dan kedua di DPRD Kabupaten/kota.

Memperhatikan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kab SBB Nomor 34/HK.031.1-Kpt/8106/KPU-Kab/VIII/2019 tentang penetapan calon terpilih anggota DPRD Kab SBB dalam pemilihan umum tahun 2019, Keputusan KPU Kab SBB nomor 07/PL.01.9/BA/8106/KPU-Kab/VIII/2019 tentang penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota DPRD Kab SBB tahun 2019, Surat DPD Partai Hanura Prov Maluku Nomor 39/DPP-Hanura/IX/2019 perihal Nama calon pimpinan sementara DPRD Kabupaten SBB, Surat Keputusan nomor 004.SK/DPP-Nasdem/VIII/2019 tentang penetapan ketua dan wakil ketua DPRD serta Ketua Fraksi DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota se – Provinsi Maluku periode 2019-2024 dari Partai Nasdem.

Penyerahan palu sidang dan memory kerja dari pimpinan DPRD masa jabatan 2014-2019 kepada pimpinan sementara

Memperhatikan hal-hal tersebut maka dikeluarkan Pengumuman Pimpinan Sementara DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Nomor 170/11/KPTS-DPRD/SBB/2019, yakni Abdul Rasyid Lisaholit, S.Pi dari partai Hanura sebagai Ketua Sementara dan Arifin Pondlan Grisya, SH dari partai Nasdem sebagai Wakil Ketua Sementara. Setelah diumumkan oleh Sekretaris DPRD Kab SBB, Drs Djefry Lessy, maka kedua pimpinan sementara menerima palu dan memori kerja dari ketua dan wakil ketua DPRD Kab SBB masa jabatan 2014-2019.

dari ki-ka : Ketua pengadilan negeri, Wakil Bupati,Bupati, Ketua Sementara, Wakil Ketua Sementara

Dalam sambutan pimpinan sementara, Lisaholit mengatakan momentum sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten SBB masa jabatan 2019-2024 menandakan dimulainya babak gumulan baru sebagai wakil rakyat di Kabupaten SBB, dan kiranya Tuhan YMK selalu menuntun kita dalam melanjutkan tongkat estafet yang telah diterima ini.

Sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada, bahwa sebelum pimpinan DPRD terbentuk secara definitif, maka DPRD dipimpin oleh pimpinan sementaraDPRD yang terdiri atas seorang Ketua dan seorang wakik ketua yang berasal dari dua partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama dan kedua.

“Pimpinan sementara DPRD ini adalag tuntutan normatif kelembagaan yang bersifat kolektif kolegial untuk menghantarkan kita semua selaku para pengemban kepentingan dan kepercayaan masyarakat Kab SBB, untuk melaksanakan agenda – agenda mendesak sesuai mekanisme yang ada sampai terpilihnya pimpinan yang definitif. Hal ini sesuai dengan pasal 164 UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah junto pasal 34 ayat 3 Peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota, yang menyebutkan bahwa pimpinan sementara bertugas untuk : memimpin rapat – rapat DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi, memfasilitasi pembentukan tata tertib DPRD, memproses penetapan pimpinan Definitif. Atas dasar itu, selaku pimpinan DPRD sementara, saya berharap kita semua dapat bekerja sama, saling menopang dan mendukung untuk pelaksanaan tugas – tugas ke depan, demi mau kase bae SBB yang kita cintai bersama ini” tutup Lisaholit.

LEAVE A REPLY