Aliansi Pemuda , Pelajar Mahasiswa peduli Negeri Buano Utara kecamatan Huamual Belakang gelar aksi demo di kantor badan pusat Statestik kabupaten seram bagian bagian barat (SBB) kota piru.Rabu 04/12/2019.

Pemuda mahasiswa asal buano utara itu menggelar untuk memprotes terkait data kabupaten SBB dalam angka yang di rilis Oleh BPS yang mana Merilis Luas wilaya Desa Buano selatan 91,57 Km dengan presentasi 22,35 persen, sedangan Desa Buano Utara hanya memiliki 35,98 Km dengan Presentase 8,78 persen.

Aksi tersebut di kordinir oleh Wan Tamalen sebagai Kordinator Lapangan dengan masa aksi kurang lebih 50 orang di kawal puluhan oleh anggota Polres Seram bagian barat.

Dalam aksi tersebut Wan Tamalene Selaku Korlap Aksi itu mengatakan ada empat poin tuntutan ke BPS kabupaten SBB di antaranya :
1. menolok data rilis yang di publik oleh BPS dalam angka sejak tahun 2016,
2.Meminta BPS Transparan atas data yang di rilis terkait luas Wilaya
3.mendesak BPS untuk segera melakukan Falidasi data di Pulau Buano dengan melibatkan kedua desa.
4.meminta kepala BPS kabupaten SBB agar kembali turung ke pulau Buano setalah tuntutan tersebut di sampaikan dan paling lambat 3 hari .” kami punya empat tuntutan , kami desak BPS untuk dapat menerima dan menindak lanjuti tuntutan kami.” Ujar Tamalene

Setelah berorasi kurang lebih 30 menit kepala BPS Kab.SBB Juliana Marlisa langsung keluar menemui pendemo di depan kantor, dan menyikapi Tuntutan masa aksi itu.

Mairisa mengatan data yang di rilis oleh BPS adalah data yang di mabil dari pemerintah daerah lewat dinas terkait dalam hal ini bagian pemerintahan kabupaten SBB, dan data yang di rilis tersebut merupan Turunan data sejak pemekaran kabupaten SBB yang terpisa dari kabupaten maluku tengah dan telah di rilis sejak tahun 2007 namum sampai saat ini belum di lakukan validasi data itu.” Itu data kita ambil dari pemda SBB lewat dinas terkait dalam hal ini bagian pemerintahan, dan suda di rilis sejak 2007 lalu bukan 2016, dan ini data wilaya sejak pemekaran kabupaten SBB .” Ujar mairisa

LEAVE A REPLY