Salah satu kegiatan yang terangkai dalam Karya Bakti Skala Besar yang diadakan dalam rangka Serbuan Teritorial dari Kodam XVI Pattimura tahun 2019 adalah Pengobatan dan Khitanan/sunatan Masal yang diadakan di lokasi wisata Air Putri Dusun Waiyoho, Desa Kawa, Kabupaten Seram bagian Barat.

Kegiatan yang dibuka untuk masyarakat umum dan tanpa dipungut biaya sepeserpun ini, turut melibatkan tenaga medis baik dari Rumah Sakit Tentara (RST) dr. J.A. Latumenten Ambon maupun Rumah Sakit Umum (RSU) dan Puskemas Piru.

Untuk ruang pelayanan pengobatan masal pihak Kodam menyiapkan tenda sedangkan untuk Khitanan/sunatan Masal memakai gedung yang ada di lokasi.

Masyarakat yang umumnya berasal dari dusun Waihoyo dan para peserta perkemahan terlihat begitu antusias mendaftarkan diri untuk memeriksakan kesehatan mereka, mulai dari yang sekedar mengecek tekanan darah, mengeluhkan pusing dan sakit kepala, pengecekan penyakit kulit hingga sampai pemeriksaan gigi dan kesehatan rongga mulut.

Pemeriksaan dan pengobatan rongga mulut dan gigi oleh tenaga medis yang tersedia.

Proses Pengobatan Masal diawali dengan masyarakat yang terdaftar sebagai pasien akan ditanyai apa keluhan atau sakit yang dirasakan lalu kemudian diperiksa tekanan darahnya.
Pasien yang sudah diketahui tekanan darahnya kemudian berkonsultasi dengan tenaga dokter dan diberi resep sesuai diagnosa dokter. Resep kemudian dapat ditebus di apotek yang ada di sana tanpa dipungut biaya apapun.

Apotik yang tersedia di lokasi Pengobatan.

Kolonel dr. Suparno Sp.An yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan saat ditemui media ini menyampaikan beberapa hal terkait jalannya pengobatan masal ini. Beliau menyampaikan “ini karena dalam rangka Serbuan Teritorial Kodam, tujuannya ini supaya kita manunggal dengan rakyat yah. Supaya manunggal kita harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lewat kegiatan ini kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat bidang kesehatan dan mengingatkan mereka tentang hidup sehat. Jadi kita mendekatkan diri ke masyarakat terutama yang kurang mampu”.

Beliau melanjutkan “Saya berharap ada kesadaran dari masyarakat dengan menjaga kesehatan, berperilaku hidup sehat. Perilaku hidup sehat itu arti harus punya waktu istirahat yang cukup, makan makanan dan minum minuman dengan gizi seimbang, rutin berolah raga tapi yang terpenting jangan lupa menjaga kesehatan lingkungan kita juga.”

Kolonel dr. Suparno Sp.An dan dr. Yohanis Tappang, M.Kes. saat diwawancarai media ini.

Ditambahkan oleh dr. Yohanis Tappang, M.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (Pamkab SBB) yang turut ambil bagian dalam memantau jalannya kegiatan ini. Beliau mengatakan “saya berterimakasih kepada pihak Kodam karena dengan adannya kegiatan ini sudah membantu masyarakat di sini. Kegiatan ini manfaatnya sangat baik sekali terutama membantu untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan, baik kesehatan gigi, kesehatan mulut, kesehatan pribadi juga menjaga lingkungan itu yang penting”.

“Karena di lingkungan kita ini, masalah penyakit dari lingkungan itu paling besar yakni empat puluh persen (40%) akibat pengaruh lingkungan. Pengaruh lingkungan misalnya sumber air bersih yang harus selalu dijaga sumber airnya agar jangan sampai tercemar, karena jika tercemar maka itu akan jadi sumber penyakit. Kemudian jika kita hubungkan dengan program pemerintah sekarang terkait pencegahan masalah Stanting (suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya) nah itu pengaruh lingkungan sangat besar sekitar 40%, lalu perilaku 30%, sedangkan pelayanan kesehatan seperti ini hanya 20% dan sisa 10% baru masalah genetik” Tappang mengingatkan.

Beliau menambahkan “kita mengajarkan masyarakat bagaimana berperilaku yang baik dan menjaga lingkungan, saya yakin anak-anak kita tidak akan terkena stunting. Kita dari Pemkab SBB berupaya memberikan kesadaran bagi masyarakat dengan selalu melakukan penyuluhan maupun pengobatan seperti ini melalui Puskemas di tiap kecamatan maupun Puskesmas keliling”.

Terakhir Tappang berharap “kiranya masyarakat dengan adanya pengobatan masal seperti ini bisa belajar untuk memulai gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat seperti yang saya bilang tadi adalah terutama bagaimana menjaga kesehatan lingkungan dengan menyediakan tempat sampah dan membuang kotoran, sampah atau limbah dengan benar termasuk punya WC yang layak. Kemudian berperilakulah hidup sehat seperti misalnya rajin membersihkan gigi dan mulut, makan dan minum tepat waktu dan rajin berolah raga, dan manfaatkan setiap fasilitas kesehatan yang ada jika kesehatan anda terganggu. Karena hidup sehat itu sesuatu yang mahal dan bahkan tak ternilai karena akan sebanding dengan nyawa kita sendiri”.

LEAVE A REPLY