Sentral produksi minyak putih di Maluku terdapat di dua kabupaten yakni Kabupaten Buru dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Di SBB  produksi minyak kayu putih tersebar di wilayah Kecamatan Seram Barat, Waisala, dan Manipa. Belum banyak masyarakat Maluku yang mengetahui  minyak kayu putih SBB karena selama ini masyarakat  hanya terfokus pada minyak kayu putih yang berasal dari Pulau Buru. Padahal dibandingkan dengan minyak kayu putih Pulau Buru, minyak kayu putih SBB lebih baik kualitasnya. Hal ini dikarenakan pohon minyak kayu putih tersebut berada pada dataran tinggi atau pegunungan sehingga mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan.

Pohon kayu putih adalah tumbuhan yang memiliki ciri sebagai berikut : Batang Pohon, tinggi 10-20 m, kulit batangnya berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang terkelupas tidak beraturan. Batang pohon tidak terlalu besar , dengan percambangan yang tergantung ke bawah. Daun tunggal, agak tebal, bertangkai pendek, helai daun berbentuk jorong atau lanset panjang 4,5-15 cm, lebar 0,75-4 cm, unjung dan pangkalnya runcing, daun bila diremas atau dimemerkan berbau minyak kayu putih.

Tumbuhan kayu putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena tumbuhan ini dapat dikategorikan sebagai tumbuhan obat yang sering digunakan  dalam berbagai pengobatan Khasiatnya adalah sebagai penghangat tubuh, pelemas otot, mencegah perut kembung, dan bisa digunakan dengan cara dihirup atau dioleskan yang bisa melegakan dan menghilangkan nyeri peradangan.

Minyak kayu putih (cajuput oiloleum-melaleuca-cajeputi, atau oleum cajeputi) dihasilkan dari hasil penyulingan daun dan ranting kayu putih (M. leucadendra).Minyak ini mengandung terutama eukaliptol (1,8-cineol) (komponen paling banyak, sekitar 60%), α-terpineol dan ester asetatnyaα-pinen, dan limonen.M. quinquenervia dilaporkan juga menjadi sumber minyak atsiri yang dinamakan sama.Minyak kayu putih banyak menjadi komponen dalam berbagai salep dan campuran minyak penghangat. Salep macan dan minyak telon diketahui menggunakan minyak kayu putih sebagai penyusunnya.

Perlu diketahui, minyak kayu yang dihasilkan di  SBB sebagian  besar  di  jual ke Namlea, Pulau Buru sehingga yang terkenal bukan minyak kayu  Putih asli Seram melainkan minyak kayu putih asli Buru, hal ini terjadi secara terus menerus dan berkelanjutan

Tidak adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat terkait dengan hal ini. Perlu adanya sistem manajemen, tata kelola yang baik untuk mempromosikan minyak kayu putih Kabupaten Seram Bagian Barat. Melalui promosi dapat dibuat sebuah Brand minyak kayu putih produksi SBB, sehingga masyarakat  Maluku bahkan Indonesia mengetahui kualitas minyak kayu putih khas Kabupaten Seram Bagian Barat tersebut.

 

Diperlukan kebersamaan pemerintah Kabupaten SBB dan seluruh komponen masyarakat SBB dengan tekad yag bulat untuk dapat sama-sama menonjolkan produk khas yang dimiliki oleh Kabupaten SBB khususnya minyak kayu putih. Bila produk khas telah diketahui oleh banyak orang, maka menjadi suatu kebanggaan kita sebagai orang SBB.

( sumber : https://airpessy.blogspot.co.id/2015/07/analisis-swot.html?spref=fb)

(Unit Hena Puan, Solid  2017)

LEAVE A REPLY