Piru: Apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari? Apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak. Pada masa pandemik  yang masih dilalui masyarakat dunia, terutama Indonesia, dan khususnya di maluku ini wajar jika sulit melihat sisi positif bencana ini. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat Nasir Suruali,ST,MT dalam menyambut momen Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020.

Katanya pula, Krisis menerjang dari segala sisi terasa dihimpit dan dibayang bayangi pandemik baik di dunia Pendidikan, maupun kehidupan sosial. Cahaya Pancasila,  tampak menyala di berbagai sektor di tengah pandemik meski pandemik ini bisa di sebut jurang pemisah namun bukan menjadi sebuah tolak ukur untuk tidak melakukan pengabdian Salah satunya dalam diri tenaga Pendidik yang setiap saat bertatap langsung dengan khalayak demi meningkatkan serta mendongkrat sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Dalam diri mahasiswa yang meski tengah bersusah di masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun masih bersedia menjadi sukarelawan peduli kemanusiaan membentuk komunitas komunitas belajar

“Cahaya Pancasila terlihat menyala di dalam kepemimpinan di masa krisis. Kita melihat pemimpin-pemimpin di sektor pemerintahan dan swasta yang berani mengambil risiko dan bergerak cepat untuk meringankan penderitaan masyarakat,” kata dia.

Pak Kadis SBB begitu akrab disapa, Nasir juga melihat Cahaya Pancasila menyala dalam diri sosok lainnya. Mulai dari Tenaga pendidik/Guru, ribuan pemilik usaha kecil, pemimpin umat, seniman, Wartawan, hingga orang tua yang giat mendampingi anaknya menjalani masa masa sulit dalam melakukan proses belajar megajar. Hari Kesaktian Pancasila, menurutnya perlu dimaknai untuk mengenang pengorbanan nenek moyang untuk bangsa Indonesia khususnya di Bumi Saka Mese Nusa ini

“Dan kalau kita melihat dengan seksama, kita bisa menyadari bahwa Kesaktian Pancasila terus mendarah daging di generasi kita, hal ini terlihat juga selama masa pandemik. Pandemi ini menantang negara kita dan menguji ketangguhan kita sebagai rakyat Indonesia,” kata Nasir.

LEAVE A REPLY