PIRU-Beras merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia tak terkecuali masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat. Oleh karena itu pembudidayaan tanaman padi perlu mendapatkan perhatian.  Beras digunakan sebagai salah satu indikator garis kemiskinan atau ambang batas kecukupan.

Kabupaten Seram Bagian Barat sampai tahun 2018 memiliki luas areal tanaman padi 1.463 Ha, yang tersebar di tiga lokasi yakni ; Desa Waimital Kecamatan Kairatu, Desa Waihatu Kecamatan Kairatu Barat, Desa Waitoso Kecamatan Seram Barat.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat, jumlah produktivitas beras di SBB mencapai  4.386 Ton/tahun, hal ini masih jauh dibandingkan dengan  jumlah konsumsi beras pertahun yakni 10.019 Ton/tahun.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat, Markus Pirsouw, SP mengatakan luas areal tanaman padi yang masih sedikit merupakan salah satu kendala yang dihadapi. Belum lagi masyarakat yang mengahlifungsikan lahan sawah menjadi tanaman seperti jagung dan sayur sayuran.

“Untuk mengimbangi laju alih fungsi lahan pertanian dan mendukung swasembada pangan, pemerintah daerah juga harus melakukan pencetakkan sawah baru, dengan harapan hasil produksi bisa naik dan dapat dipergunakan dan dimanfaatkan untuk bercocok tanam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat SBB,” tambahnya.

Pirsouw juga mengatakan hasil produksi padi belum bisa mengimbangi kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap beras di SBB, sehingga Kekurangan tersebut harus dipasok dari wilayah lain.

Menurutnya, menyikapi hal tersebut ketersediaan pangan harus merupakan prioritas Pemerintah Daerah, dengan tidak mengimpor beras dari luar daerah tetapi bisa memanfaatkan dan menambah hasil produksi beras lokal.

Harapannya masyarakat SBB tidak hanya bergantung pada pangan beras. Masyarakat harus bisa memanfaatkan ketersediaan pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian dan sebagainya untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

Dinas Pertanian juga terus meningkatkan sosialisasi dibidang pertanian baik itu tanaman padi, jagung maupun kedelai dan sebagainya, Jika potensi ini terus dikelola dan dikembangkan optimal dengan memanfaatkan teknologi yang semakin maju, maka target pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten SBB dari sektor pertanian akan semakin meningkat.

LEAVE A REPLY