1. Piru-Para Kepala Desa di Kabupaten Seram Bagian Barat membantah adanya pemotongan Alokasi Dana Desa seperti yang diberitakan oleh awak media. Empat kepala desa yang diwawancarai dengan tegas membantah isu pemotongan Alokasi Dana Desa yang mereka dapat Tahun 2017 sesuai dengan Pagu anggaran ADD di Desa.

“Saya Katakan tidak ada pemotongan ADD di kabupaten SBB, pada Tahun 2017 ada perubahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat yang disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2017 sehingga ada pengurangan Dana Alokasi Umum bagi Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Negara Indonesia. Jadi kami tidak merasa ada pemotongan dana ADD ditingkat Desa. Untuk itu, saya membantah Isu pemotongan Dana Desa seperti yang diberitakan oleh awak media. Hal ini ditegaskan oleh Raja Negeri Uwen Pantai Frangki Lumamuly.

Hal senada juga dikatakan oleh Pjs. Kepala Desa Waipirit Jefry Badar. Katanya, perlu saya jelaskan terkait dengan isu pemotongan ADD di Kabupaten SBB itu tidak benar. Karena jika dibilang pemotongan kecuali tidak ada perubahan di pagu anggaran Desa terkait ADD atau dengan kata lain, kalau ada pemotongan pihak desa ambil dulu uang dari kas desa baru disetor ke pemerintah daerah itu baru dibilang ada pemotongan ADD, tetapi perubahan ini sudah terjadi pada pagu anggaran ADD di tiap desa sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 86. Untuk itu, isu pemotongan 1,5 persen ADD tidak benar karena Alokasi Dana Desa untuk Desa Waipirit tidak ada pemotongan.

Sementara itu, Pjs. Desa Piru Roy Manupassa menegaskan pada tahun 2017 tidak ada pemotongan karena pada saat itu ada SK Bupati terkait dengan rasionalisasi dana APBD yang merupakan tindak lanjut dari peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2017 tentang rasionalisasi APBN yang sangat berdampak pada APBD Kabupaten SBB. Karena itu, terjadi penyesuaian anggaran ADD.

“Saya tegaskan bahwa Untuk Desa Piru tidak ada pemotongan Dana ADD” tegas Manupassa.

Penjabat Desa Elpaputi Yeni Latekay juga turut membantah isu tersebut, menurutnya setelah isu itu tersebar dan saya mendengarnya membuat saya binggung sebab di Desa Elpaputih tidak ada pemotongan ADD sama sekali. sebab dana ADD yang saya cairkan bersama bendahara untuk Desa Elpapuith tidak ada yang terpotong satu rupiahpun.

“Untuk itu, saya bingung saja kepada oknum-oknum yang menyebarkan isu pemotongan dana ADD tersebut, apa yang mereka inginkan. Sebab intinya kita selaku penjabat desa, kita yang lebih mengetahui apakah anggaran dipotong atau tidak hanya kita yang tahu”, tegas Latekay.

LEAVE A REPLY