Bupati Seram Bagian Barat (SBB) M. Yasin Payapo dan Wakil Bupati Timotius Akerina menyerahkan secara langsung bantuan secara Simbolis kepada 1.349 keluarga tidak mampu menyusul pembatasan sosial akibat wabah covid-19, di kantor Desa Waisamu dan Kantor Desa Piru, Senin (18/4).

Penyerahan bantuan tersebut, yang juga di hadiri oleh Sekretaris Daerah SBB. Mansur Tuharea dan beberapa jajaran Kepala OPD lainnya, merupakan respon cepat Pemerintah Daerah SBB atas kondisi ekonomi yang memang sedang menurun drastis akibat dari dampak Covid-19 yang mempengaruhi hampir semua lini kehidupan termasuk sosial ekonomi.

Kepada Awak Media, Payapo menyampaikan bahwa penyerahan bantuan tersebut hanyalah simbolis buat beberapa Kepala Keluarga (KK).  Bantuan tersebut antara lain berupa beras, minyak goreng, gulu, susu, mie Instan dan masker.

“Dan nantinya bantuan ini akan kita sebar secara merata kepada 1.349 KK tersebut sesuai dengan data keluarga kurang mampu yang ada”, ujar Payapo.

Dalam pengakuan orang nomor 1 SBB itu, sesuai data, di Kabupaten SBB memiliki 19 ribu keluarga yang tidak mampu yang nantinya akan mendapatkan bantuan secara menyeluruh baik itu berupa PKH, BLT maupun dari Kementrian Sosial RI.

“Tetapi yang kita intervensi untuk memberikan bantuan yang dimulai hari ini hanya berkisar 1.349 KK, sebab sisanya itu sudah mendapat jatah bantuan baik itu dari PKH maupun BLT dan dari pusat”, ungkap Payapo.

Dalam wawancaranya,Payapo menguraikan dari 19 ribu KK yang tidak mampu 13 ribu diantaranya adalah penerima PKH mapun BLT, sementara 6 ribu KK lainnya direncanakanakan mendapatkan bantuan dari Kementrian sosial, sisnya 1.349 yang tidak mendapatkan baik PKH dan lainnya akan dijatahi oleh pemerintah Kabupaten.

“Lalu soal data keluarga kurang mampu tetap kami up date dan melakukan perbaikan sehingga dalam pemberian bantuan ini tidak ada satu keluargapun yang terlewati”, kata Payapo.

LEAVE A REPLY