Piru – Bertempat di lantai 3 kantor Bupati SBB, Dinas Kesehatan Kab SBB menggelar Orientasi Penguatan Kader Posyandu dalam pemberdayaan masyarakat untuk penurunan dan pencegahan stunting tahun 2019, yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kab SBB, H. Mansur Tuharea, SH.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat, angka stunting sampai dengan Agustus 2019 sebanyak 544 orang (4,85%) dimana upaya percepatan dan pencegahan stunting saat ini difokuskan pada 10 desa locus stunting.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, menjelaskan posyandu sebagai garda terdepan utama pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat, harus berperan penting khususnya upaya mencegah stunting pada masa balita. Melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang dilakukan sebulan sekali melalui pengisian kurva KMS, sehingga diharapkan balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak berlanjut pada permasalahan pertumbuhan kronis atau stunting.

“Pelaksanaan posyandu yang efektif sesuai dengan petunjuk teknis, tentunya diharapkan dapat menurunkan kejadian stunting pada balita. Namun pencapaian indikator kinerja posyandu di kabupaten ini masih belum maksimal diantaranya disebabkan rendahnya jumlah kunjungan balita ke posyandu” ujar Tuharea

Oleh karena itu dibutuhkan upaya revitalisasi lintas program dan sektoral dalam meningkatkan kinerja posyandu di wilayah, sehingga  posyandu secara nyata dapat mendorong penganggulangan stunting.

Bupati dalam sambutannya juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, dan mengharapkan kepada semua peserra dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan memahami, melaksanakan semua langkah strategis yang harus dilakukan.

LEAVE A REPLY