PIRU- Pelepasan kontingen pesparawi Kabupaten Seram Bagian Barat ke 10 yang dilakukan oleh Bupati Seram Bagian Barat Drs. Moh Yasin Payapo.M.Pd yang berlangsung di gedung Nunusaku Center. Pada kegiatan pelepasan kontingen tersebut turut hadir Wakil Bupati Seram Bagian BaratTimotius Akerina,SE.M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Drs. Julius Rutasouw dan beberapa Anggoa DPRD, Para OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Peserta Kontingen Pesparawi Kabupaten Seram Bagian Barat.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Seram Bagian Barat R. Silooy dalam sambutannya mengatakan, sehubungan dengan pelaksanaan Pesparawi ke 10 tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung di Kabupaten Seram Bagian Barat pada tanggal 19-25 November 2017, maka LPPD Kabupaten Seram Bagian Barat juga turut berpartisipasi pada ajang kompitisi tersebut dengan menurunkan 197 orang peserta sebagai duta asal Kabupaten Seram Bagian Barat untuk mengikuti 10 mata lomba yang siap bertarung dengan 10 kabupaten kota di Maluku.

Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat Drs. Moh Yasin Payapo,M.MPd dalam arahannya mengatakan, sebagai pemerintah daerah kabupaten Seram Bagian Barat dirinya memberikan apresiasi kepada seluruh duta kontingen pesparawi ke 10 yang abru saja melewati masa berlatih atau TC selama 50 hari, dan sekarang akan kita lepaskan sebagai duta asal kontingen Kabupaten Seram Bagian Barat yang siap berjuang membawakan nama daerah, dan berkompetisi bersama 10 Kabupaten kota lainnya di Provinsi Maluku.

Lanjutnya, momentum pesta paduan suara pesparawi merupakan bagian dari pembinaan kerukunan hidup dan pembinaan keimanan dan ketakwaan bagi umat, dengan demikian ada manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini anatar lain adalah memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan, rasa ucapan syukur bagi Allah dalam kemurahan-Nya bagi semua ciptaan di muka bumi dan memperkuat keimanan, ketaatan serta umat lebih mendekatkan diri kepada Allah selaku pencipta manusia dan alam semesta.

Selain itu, melalui kegiatan pesparawi ini para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam penatalayanan bergereja. Dibekali dengan segudang ilmu bernyayi dengan baik dan benar, yang terpenting lagi yaitu bernyayi dengan Roh dan Akal Budi sebagaimana tema pesparawi ke 10.

“Saya yakin bahwa ritual seperti ini, juga merupakan implementasi dari sinergitas penatalayanan kehidupan bergereja, dan berjemaat, peserta kontingen pesparawi Kabupaten Seram Bagian Barat selama 50 hari telah berada dalam pergumulan, berlatih bernyanyi, sudah tentu banyak hal yang telah dilewati, bukan saja ilmu untuk berlatih, namun yang terpenting yaitu mentalitas sebagai calon juara.” Jelas Bupati Seram Bagian Barat.

Untuk itu, suatu kemenangan adalah suatu hal yang harus benar-benar diperjuangkan, bahkan sampai pada mempertaruhkan rasa sakit yang mendalam, bupati juga berpesan kepada seluruh kontingen untuk membersihkan hati dari segala kebisingan, kebencian, amarah,bahkan dendam atas kesalahan selama training Center karena itu semua dapat menjadi batu sandungan pada keberhasilan yang sedang menanti semua. Himbaunya.

LEAVE A REPLY