jacobusPemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menganggarkan Rp21 Miliar di Tahun 2016, untuk meningkatkan status ruas jalan Kawatu-Rumberu dari jalan tanah ke aspal.

“Peningkatan ruas jalan Kawatu-Rumberu dengan pagu anggaran Rp21 Miliar diperuntukan bagi peningkatan jalan tanah ke aspal dan bangunan pelengkap” kata Bupati Jakobus Puttileihalat di Ambon, Kamis (14/4).

Bukan saja ruas jalan Kawatu-Rumberu yang ditingkatkan, kata dia, tetapi ruas jalan lain di SBB juga ditingkatkan diantaranya peningkatan ruas jalan simpang Waisarisa-Kaibobu dengan anggaran Rp30 Miliar dan simpang Taniwel-Buria Rp20 Miliar.

Menampik berbagai opini di masyarakat terkait lambatnya Pemda SBB untuk membuka daerah-daerah yang terisolir di Kabupaten SBB , Menurut Puttileihalat , tahapan ini tidak semuda membalik telapak tangan karena sejak dirinya dilantik tahun 2006 dan memimpin Kabupaten yang berjuluki Saka Mese Nusa, sebagian besar daerah masih berstatus kawasan hutan.

“Bukan kita tidak membuka akses, justru kita membuka akses tetapi kendala masalah kawasan, misalnya tahun 2013 lalu kita sudah membuka jalan ke Rumberu tetapi karena masalah status sehingga menjadi terhambat,” ungkapnya.

Lanjut Puttileihalat, Membuka akses jalan bagi desa-desa yang terisolir harus ada pelepasan kawasan dari menteri melalui suatu kajian oleh tim pengkaji dan minimal lima Tahun sudah harus berproses untuk pelepasan kawasan sehingga hal ini menjadi kendala.

“Selama berproses lima tahun dengan tim terpadu dari kehutanan maupun 24 kementerian yang dipimpin oleh Prof. Tugirin dari kementerian lingkungan hidup, kabupaten SBB mendapatkan 100.000 hektar lebih untuk pelepasan HPL,” katanya.

Proyek Peningkatan ruas jalan dari jalan tanah ke aspal yang dianggarkan telah berproses melalui tender dan akan di kerjakan karena sudah dilakukan pelepasan kawasan atau sudah memiliki ijin kawasan hutan di lokasi tersebut.

Puttileihalat berharap, Dengan adanya infrastruktur jalan untuk membuka akses pada daerah terisolir, potensi sumber daya alam yang begitu melimpah dari sektor pertambangan, kelautan, pertanian dan pariwisata yang merupakan kekayaan yang sebentar nanti menjadi modal besar, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan lebih baik lagi.

3 COMMENTS

  1. Setuju..dengan adanya membuka jalan dari kawatu-rumberu merupakan akses penting untuk perkembangan desa….dan itu merupakan langka awal…bisa k daerah-daerah terpencil seperti rambatu dan manusa…karena yang menjadi kendala bagi masyarakat desa adalah tranportasi..dan sangat berterimkasih pemerintah mau melihat
    Keluhan yang selama ini masyarakat rasakan…

LEAVE A REPLY