Paska gempa utama berkekuatan 6,8 SR yang mengguncang sebagian wilayah di provinsi Maluku pada Kamis pukul 6:46 WITA (26/09/2019) termasuk kabupaten seram bagian barat sebagai pusat gempa, Pemda SBB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) berkoordinasi dengan Dinas Sosial bergerak cepat membentuk Posko Penanganan Bencana Gempa di Kantor Kepala Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.

Posko yang langsung dibentuk pada hari kejadian bencana ini bertujuan untuk melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan, jumlah korban luka maupun meninggal dunia, jumlah pengungsi, jumlah bantuan serta turut juga memberikan sekaligus mengkoordinir penyaluran bantuan tersebut agar bisa sampai kepada masyarakat yang ada di titik-titik pengungsian.

Posko ini atas arahan Bupati Seram Bagian Barat Drs. Moh. Yasin Payapo, MSc menunjuk Sekretaris Daerah Hj. Mansur Tuharea SH sebagai koordinator Posko dan dibantu oleh Para Pimpinan di OPD lingkup Pemdakab SBB beserta staf.

Berdasarkan data yang didapat dari Posko ini, Bupati yang ditemui saat berada di sana menyampaikan “Untuk jumlah pengungsi di Kab. SBB ini total ada 24.749 kepala keluarga atau 109.066 jiwa”.

Untuk titik pengungsian tersebar di hampir semua kacematan di SBB dengan jumlah pengungsi terbesar ada di kecamatan Kairatu yang menjadi titik episentrum gempa, sebanyak kurang lebih 15.000 ribu jiwa.

Kondisi Pengungsi di tenda pengungsian saat di tinjau Bupati SBB

Berdasarkan pantauan di lapangan, posko-posko para pengungsi ini umumnya berada di daerah pegunungan atau dataran yang lebih tinggi dan jauh dari bibir pantai. Ini merupakan tindakan antisipasi mereka terhadap adanya kekhawatiran adannya Tsunami paska gempa.

Adapun jumlah korban akibat gempa untuk sementara ini di kab SBB, terdiri dari 6 orang korban meninggal, 12 orang luka berat dan 5 orang luka ringan.

Disampaikan juga kerusakan bangunan baik fasilitas umum maupun pribadi, terdapat 1 Masjid, 4 Gereja, 12 sekolah, 2 gedung milik pemerintah, serta rumah penduduk yang terdiri dari 106 rusak berat, 163 rusak sedang dan 31 rusak ringan.

Saat ini bantuan terus mengalir dari berbagai pihak. Selain dari Pemda SBB sendiri bantuan juga datang dari sejumlah pihak antara lain Bank BRI Cabang Masohi, BPDM, BNI dan dari Kementerian BUMN RI berupa Terpal, beras, mie instan dan ikan kaleng.

Penyaluran sekaligus penyerahan bantuan ke masyarakat korban bencana gempa.

Bantuan belum dapat menjangkau semua posko pengungsian maupun daerah terdampak gempa karena keterbatasan jumlah bantuan serta kendaraan yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan tersebut.

Namun demikian bantuan sementara telah mulai disebar, diantaranya di kecamatan Kairatu, Inamosol dan Amalatu. Untuk kecamatan lainnya, dimohon bersabar.

Jika ada informasi mengenai bantuan maupun pengaduan terkait bencana gempa ini, dapat menghubungi langsung posko ini via nomor telepon aduan 0812-2163-8885.

LEAVE A REPLY