Piru: Untuk melakukan mencegahan dan penanganan masuknya virus corona (coronavirus) di Provinsi Maluku dan khususnya di kabupaten Seram Bagian Barat maka Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melaksanakan rapat evaluasi dan pembentukan tim penanganan Virus corona diruang rapat lantai dua kantor Bupati SBB.

Rapat mendadak tersebut pimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Mansur Tuharea, SH yang didampingi Asisten I Bidang Kepegawaian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten SBB Ir. Seth Selanno dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB dr. Anis Tapang serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

Turut hadir pada rapat tersebut, Para camat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan seluruh Kepala Puskesmas lingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sekretaris daerah Mansur Tuharea, SH dalam arahannya menegaskan pentingnya peran aktif Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk menjaga dan melindungi kesehatan masyarakat dari virus corona yang menurut informasinya sudah menyebar di 13 negara didunia.

“Saya menugaskan kepada Dinas Kesehatan agar segera membentuk tim penanganan virus corona yang melibatkan para petugas kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat agar semua berperan aktif dalam memerangi virus corona di Kabupaten SBB. Selain itu, Dinas Kesehatan juga harus melakukan sosialisasi pencegahan virus corona kepada masyarakat agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi virus tersebut ” tegas sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Anis Tapang menjelaskan bahwa penanganan kasus corona (COVID 19) atau coronavirus yang terpenting adalah tidak ada kepanikan. Kasus corona ini sama dengan kasus MERS (Middle east Respiratory Syndrome) yang pertama kali terjadi di wilayah Arab Saudi pada tahun 2012. Sebenarnya casus MERS lebih berbahaya dari pada Corona.

Untuk itu, Tapang mengharapkan agar adanya himbauan kepada masyarakat agar jangan panik, dan terkait dengan pemakaian masker dimana pemakaian masker diperuntukan kepada pasien penderita corona dan bukan untuk orang yang sehat. Kapan orang sehat memakai masker ? yaitu pada saat mendekat dengan penderita yang rata-ratanya lebih banyak pada petugas kesehatan pada saat melakukan pemeriksaan. Untuk itu masyarakat jangan berlomba-lomba untuk membeli masker sehingga harga masker semakin mahal.

“Saya sudah cek di beberapa puskesmas dan rata rata masker yang dimiliki berjumlah 500 hingga 2000 buah, selain itu kita juga harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat membedakan virus corona, influenza berat, dan flu biasa ” ucap Tapang.

LEAVE A REPLY