Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar kegiatan Safari Natal Tahun 2017, dimana menurut jadwal kegiatan safari natal tahun 2017 dimulai pada tanggal 19 Desember 2017 sampai 21 desember 2017.

Pada hari tanggal 19 Desember safari natal Pemerintah Kabupaten SBB dilakukan dengan masyarakat di Kecamatan Kairatu, Kairatu Barat, Inamosol, Amalatu dan Elpaputih yang difokuskan pada gedung Gereja Peniel Jemaat Kairatu, Klasis Kairatu.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati SBB, Sekertaris Daerah, para Asisten, Pimpinan Organisasi Perangkat daerah (OPD), para Camat, para Ketua Majelis Jemaat Klasis Kairatu, tokoh pemuda  dari lima Kecamatan.

Menurut Wakil  Bupati Seram Bagian Barat Timotius Akerina,SE.M.Si dalam sambutannya mengatakan perayaan natal bagi umat Kristen adalah merupakan momentum dimana kita semua menyambut kelahiran Yesus Kristus untuk itu, kita semua harus menyambut kelahirannya dengan suka cita sesuai tema natal Imanuel Allah Beserta Kita. Dimana sebagai umat percaya kita tetap mensyukuri kasih dan penyertaan Tuhan bagi kehidupan kita, kita harus bersyukur karena kasih Tuhan selalu kita rasakan dalam setiap tugas dan tanggung jawab kita. Selain itu, lewat natal kita semua dapat terus hidup dalam keberagaman yang indah, saling menghargai, saling membantu, saling mengingatkan akan kebaikan, momentum perbaikan diri dan lingkungan baik itu lingkungan keluarga dusun, desa sampai pada kabupaten.

“Katong kasih bae semua yang salah, katong kasih bae hodup orang sudara, katong kase bae semua tingkah laku yang akhirnya bisa menjadikan diri pribadi menjadi insane yang rendah diri, dan baik terhadap sesame. Sehingga apa yang dicita-citakan untuk menjadikan masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat yang berbudi pekerti luhur, aman, sejahtera, adil dan bermartabat dapat diwujudkan”.

Katanya pula, momentum natal mengajak kita hendaknya harus hidup saling mengasihi satu dengan yang lain karena kita sadar bahwa kita makhluk social yang diciptakan sama dimata Tuhan. karena itu natal mengajak kita untuk wajib saling berbagi dan peduli terhadap kesulitan serta penderitaan orang lain serta selalu menjaga hubungan baik dengan sesame dan menghindari iri hati, kedengkian dan perpecahan yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pelaksanaan natal sejatinya memiliki makna saling maaf-memaafkan. Melebur semua salah dan khilaf, tutur kata dan sikap yang menyinggung, menyakiti, membebaskan hati dari rasa amarah, dengki dan tersakiti, saling memaafkan dapat membuat hati kita menjadi tenang, jiwa semakin bahagia dan tentunya hubungan kemanusiaan semakin erat terjalin.” Tegas Wakil Bupati.

Kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Bupati mengatakan komitmen dan profesionalisme aparatur sipil Negara dalam menjalankan tugas-tugas, merupakan salah satu kunci untuk mendukung tercapainya pemerintah yang bersih dan berwibawah. Sehingga pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat terus menerus dan terpadu mengevaluasi dan mengembangkan budaya kerja yang berorientasi pada terwujudnya good governance dan clean government, penerapan sisitem transparansi dan akuntabilitas kerja, peningkatan efektifitas dan pengawasan. Ungkap Wakil Bupati SBB.

LEAVE A REPLY