Piru- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar halal bi halal Tahun 2018 yang bertempat di gedung Hatutelu, Kota Piru. turut hadir dalam kegiatan tersebut para asisten Setda, ForkopiMda, Petinggi tni polri, para pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pegawai negeri sipil lingkup pemkab SBB.

Bupati Seram Bagian Barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Setda SBB Drs. Leo Kakisina mengatakan selaku umat beragama dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa patut kita menghaturkan puji syukur kehadirat Allah sehingga memungkinkan kita dapat menghadiri acara halal bi halal pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 1439-2018 Masehi.

lanjutnya, halal bi halal sejatinya memiliki makna bertemu dan saling maaf memaafkan, meleburkan semua salah dan khilaf, tutur kata dan sikap yang menyinggung, menyakiti. Membebaskan hati dari rasa amarah, dengki dan tersakiti. Bukankah meminta maaf dan memaafkan itu dapat membuat hati kita menjadi semakin tenang, jiwa semakin bahagia dan tentunya hubungan kemanusiaan semakin erat terjalin.

“saya mengharapkan kita semua bisa dapat terus hidup dalam keberagaman yang indah, saling menghargai, saling membantu, saling mengingatkan akan kebaikan, momentum perbaikan diri dan lingkungan. Katong kase bae semua yang salah. Katong kase bae hidup orang sudara. Katong kase bae semua tingkah laku yang akhirnya bisa menjadikan diri pribadi menjadi insan yang unggul, yang tawadhu, yang rendah diri, dan baik terhadap sesama” lanjut Bupati.

Bupati dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara yang telah melaksanakan kewajibannya dimulai dari apel pagi sampai dengan pelayanan aktivitas kantor selama ini. Semoga hal ini terus dan tetap dipertahankan.

Untuk itu komitmen dan profesionalisme aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas-tugas merupakan salah satu kunci untuk mendukung tercapainya pemerintah yang bersih dan berwibawa. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat terus menerus dan terpadu mengevaluasi dan mengembagkan mutu kebijakan. Pengembangan budaya kerja yang berorientasi pada terwujudnya good governance dan clean government, menerapkan sistem transparansi dan akuntabilitas kerja, peningkatan efektifitas, pengawasan dan lainnya. Sebagai unsur aparatur negara di satu pihak dan sebagai abdi masyarakat di pihak lainnya. ASN dituntut untuk merasa memiliki segala perbedaan dan problematika yang terjadi di dalam masyarakat.

Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak TNI Polri yang telah dengan kerja kerasnya menjaga keamanan selama bulan Ramadhan dan pelaksanaa  Idul Fitri 1439 H di Bumi Saka Mese Nusa.

LEAVE A REPLY