Gempa Bumi 6,8 SR yang melanda kabupaten Seram Bagian Barat (Kab. SBB) dan wilayah lain disekitarnya pada Kamis (26/09/2019) lalu meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat di daerah ini dan menimbulkan gelombang Pengungsi yang sangat besar.

Banyak dari mereka yang bahkan hingga saat ini masih memilih bertahan dilokasi-lokasi pengungsian dan enggan kembali ke rumah masing-masing.

Tenda penampungan pengungsi yang masih berdiri di lokasi pengungsian.

Sampai saat ini Posko Penanganan Bencana Gempa Kab. SBB mencatat jumlah pengungsi dan yang mengungsi  mencapai 103.187 jiwa dan tersebar di berbagai kecamatan.

Pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Posko Penanganan Bencana Gempa ini, kemudian bergerak cepat untuk mengkoordinir dan menyalurkan bantuan agar bisa secepatnya tersalurkan kepada mereka.

Dalam lima hari terakhir posko ini telah menerima bantuan yang berasal dari Pemda SBB antara lain 21,2 ton beras, 350 dus Mie instan, 12 buah tangki air, 100 lembar tikar, 100 lembar selimut, 156 paket Sembako, dan 4 paket peralatan dapur.

Selain batuan dari Pemda SBB, posko ini juga telah menerima berbagai bantuan dari pihak lain yaitu Bank BRI, BNI, BPDM dan BUMN RI berupa Beras 6,5 Ton, mie instan 600 dus, Air mineral 200 dus, Terpal 105 lembar dan 3 bal tali nilon.

Bantuan yang diterima ini kemudian telah disalurkan kepada masyarakat yang ada di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Kairatu, Kairatu Barat, Amalatu, Elpaputih dan Inamosol. Bantuan yang diberikan ini jumlahnya disesuaikan dengan jumlah pengungsi dan tingkat kerusakan yang ada di wilayah tersebut.

Proses Distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.

Kecamatan Kairatu menerima bantuan berupa, 16,92 Ton Beras, 372 Dus mie instan, 56 lembar terpal, 7 buah tangki air, tikar 100 lembar, selimut 100 lembar, 156 paket sembako dan 4 paket peralatan masak.

Untuk kecamatan Amalatu mendapat bantuan 6,45 Ton Beras, 172 Dus mie instan, 6 lembar terpal, 2 buah tangki air.

Bantuan yang diberikan kepada Kecamatan Kairatu Barat antara lain 1,98 Ton Beras, 40 Dus mie instan, 60 Dus Air mineral, 20 lembar terpal, 2 buah tangki air.

Bupati dan Sekda Kab. SBB turut langsung turun ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

Sedangkan Inamosol 0.325 Ton Beras, 15 Dus mie instan dan 10 lembar terpal. Terakhir kecamatan Elpaputih telah disalurkan bantuan berupa 2,425 Ton Beras, 39 Dus mie instan, 5 lembar terpal dan 1 buah tangki air

Adapun kendala yang ditemui selama proses pendistribusian ini menurut Kepala Dinas (kadis) Sosial Kab. SBB Drs Joseph Rahanten selain , juga adalah akibat keterbatasan ketersediaan stok barang dipasaran dan juga Bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan pengangkut bantuan.

Kadis Sosial Pemkab SBB saat memberikan keterangan kepada media ini.

Kendala yang ada ini menurut Rahante adalah akibat masih banyak toko di daerah ini yang belum beroperasi dengan normal sehingga kebutuhan barang seperti beras, mie instan, air mineral, BBM dan sebagainya masih sulit dipenuhi.

Namun demikian Rahante menambahkan pihaknya tetap berupaya mencari dan mengupayakan bantuan dari luar daerah. Upaya tersebut menemui titik terang karena pada Selasa (01/10/2019) ini akan ada bantuan 100 Ton beras cadangan nasional dari Dulog provinsi Maluku tiba di SBB. Beras ini ketika tiba nanti, diusahakan akan langsung didistribusikan ke yang membutuhkan.

Beliau kemudian menyampaikan “Kami di posko ini sudah mulai bekerja sejak sehari paska Gempa. Jika ada masyarakat yang belum menerima bantuan, kami mewakili Pemda SBB memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami juga dibatasi dengan beberapa kendala seperti yang disampaikan di atas”

“Untuk itu saya berharap agar masyarakat mau bersabar, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mempercepat proses penyediaan dan pendistribusian bantuan kepada mereka yang membutuhkan dan hingga saat ini belum mendapatkan bantuan”, tutup Rahante.

LEAVE A REPLY