Kairatu – Pelajar merupakan aset berharga yang dimiliki oleh bangsa dan agama, kualitas suatu bangsa dan agama kedepannya sangat dipengaruhi oleh kualitas kaum pelajar yang merupakan kaum terpelajar dan cikal bakal kaum intelektual serta cendikia bagi peradaban suatu bangsa dan agama. Oleh sebab itu sudah wajib hukumnya pemerintah memperhatikan nasib kaum pelajar yang selama ini termarginalkan.

Hal tersebut disampaikan pelaksana harian Sekretaris Daerah Kab SBB, H. Sy. Silawane, SH, M.Si saat menghadiri dan membuka acara pelatihan kader Taruna Melati I yang diselenggarakan oleh Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kab SBB, bertempat di gedung Stikes Husada, Kairatu, Kamis 1 Agustus 2019.

Diharapkan nantinya akan terlahir kader-kader muda yang selalu menyerukan kebenaran dan tetap istiqomah di jalan Allah SWT serta menjadi pelopor dan penggerak bukan hanya dalam Muhammadiyah tapi bisa juga secara universal, harap Silawane.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa kedepan peran pemuda akan sangat besar di Indonesia pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat. Melihat perkembangan Indonesiadewasa ini jumlah presentasi usia produktif di Indonesia semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah pencari kerja sehingga tentunta memberikan efek positif maupun negatif. Untuk efek positif, apabila para pemuda atau pelajar betul-betul mempunyai karakter, kapasitas dan kualitas serta daya saing yang baik, tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakar dan membantu pembangunan ekonomi Indonesia. Namun sebaliknya apabila pemuda tidak memiliki kualitas, kapasitas dan daya saing yang baik, maka akan menjadi beban bagi pembangunan. Untuk itu pemuda / pelajar harus ikut serta dalam upaya pembangunan, jangan habya menjadi objek tetapi harus pula menjadi subyek dari pembangunan.

“Saya mengapresisasi keberadaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah karena merupakan wadah bagi pelajar untuk menjadi kader Muhammadiyah yang sesungguhnya serta kegiatan pengkaderan yang dilaksanakan ini, karena melalui pelatihan ini dapat menyiapkan kader yang kritis dan revolusioner dalam membentengi kemerosotan moral,aqidah dan akhlak di era globalisasi yang terarah sesuai tujuan. umun yang ingin dicapai yaitu proses pembentuka. kontruksi metodologi berfikir progresif dan kemampuan analisis sebagai upaya pembentukan kader yang mampu menyelesaikan problem – problem pelajar dengan melakukan advokasi pencerdasan, pemberdayaan dan pembebasan pelajar yang bertindak sesuai khittah perjuangan dalam rangka mendukung tujuan IPM dan Muhammadiyah” urai kepala Bappeda ini.

Dengan demikian diharapkan akan terbentuk proses transformasi kesadaran progresif akan makna keimanan dan keislaman yang kokoh, murni, dan berkemajuan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat serta alam semesta, serta terbentuknya kader paripurna yang ideologis dan ber-visi kebangsaan yang kokoh sebagai penguatan kepemimpinan nasional, terpetakkannya isu-isu strategis tentang permasalahan pelajar se – Indonesia dan terumuskannya agenda IPM menghadapi berbagai realitas aktual dunia.

LEAVE A REPLY