Piru – Menyikapi situasi dan kondisi pasca gempa bumi berkekuatan 6,8 skala richter tanggal 26 September 2019 lalu di Kabupaten Seram Bagian Barat, dan masih dirasakan gempa – gempa susulan sampai dengan hari ini, maka pemerintah kabupaten mengeluarkan surat himbauan nomor 361/1057 Setda yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Hi Mansur Tuharea, SH kepada seluruh masyarakat beragama melalui tokoh – tokoh agama agar dapat melalui mimbar – mimbar ibadah menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1) Mengajak semua umat untuk senantiasa melaksanakan ibadah dan tak henti – henti memanjatkan doa secara pribadi, keluarga, berjamaah, persekutuan pada tempat ibadah, rumag maupun di tenda-tenda/tempat pengungsian.

2) Tidak mudah terpancing informasi, isu atau berita yang tidak jelas kebenarannya (HOAKS) yang dapat menimbulkan kecemasan, kepanikan dan ketakutan yang berkepanjangan namun sebaliknya mengikuti setiap petunjuk/informasi atau penjelasan secara resmi dari pihak – pihak berwenang ( Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pemerintah daerah dan lembaga berwenang lainnya.

3) Khusus bagi pengungsi/para korban gempa yang terkena dampak baik secara langsung maupun tidak langsung agar dapat memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan sejelas-jelasnya kepada petugas yang berwenang

4) Diharapkan agar sedapat-dapatnya melakukan aktivitas keseharian dan bekerja sebagaimana mestinya dengan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap kemungkinan yang dapat terjadi sewaktu – waktu.

LEAVE A REPLY