Piru – Untuk kedua kalinya, direktur penanganan pengungsi deputi penanganan darurat BNPB RI, John Sumbung, SKM, M.Kes kembali mengunjungi Maluku dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Pada kedatangannya yang pertama, langsung melihat daerah terdampak bencana gempa dan pada hari ini beliau datang dan bertatap muka dengan pemerintah Kabupaten SBB  dan pimpinan OPD di pandu oleh Sekretaris Daerah Kab SBB dalam rapat yang digelar sore tadi di lantai 2 Kantor Bupati SBB.

“Maksud kedatangan kami kali ini adalah untuk melakukan pendampingan psycho emosional bagi pengungsi. Kami membawa tim medis, ada 1 dokter umum dan 1 dokter gigi untuk melakukan penyisiran pemantauan bagi korban atau pengungsi yang sakit di tempat – tempat pengungsian. ” jelas Sumbung

Lebih lanjut Sumbung mengatakan, bahwa kedatangannya juga terkait dengan keputusan pemerintah pusat dalam hal ini BNPB RI dalam hal melakukan percepatan pembangunan bangunan – bangunan rusak akibat terdampak bencana gempa yang dialami di Maluku, khususnya di wilayah Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah juga Kabupaten Seram Bagian Barat.

Khusus menyangkut rumah yang rusak, haruslah berdasarkan data yang akurat. By name by address, berdasarkan kartu identitas penduduk (ktp) maupun disertai no kontak. Ini bukan berarti penggantian pembangunan rumah secara penuh, tapi sebagai bentuk dana stimulan agar masyarakat dapat memiliki modal untuk merenovasi atau membangun rumah kembali dengan besaran Rp 50 jt untuk rumah rusak berat, Rp 25 jt untuk rumah rusak sedang dan Rp 10 jt untuk rumah rusak ringan.

BNPB RI juga telah menyarankan kepada BNPB Provinsi Maluku, agar dapat bersama – sama dengan BNPB tiga Kabupaten/kota ini agar melakukan kunjungan/studi banding ke Provinsi NTT guna melihat hunian tetap yang dibangun pasca gempa Lombok beberapa waktu lalu. Sehingga dapat dijadikan gambaran untuk merelokasi keberadaan korban gempa yang rumahnya terdampak bencana gempa 6,5 SR kemarin. Selain rumah penduduk, bangunan sekolah dan rumah ibadah pun masuk di dalam action BNPB RI.

Selain itu, setelah melakukan peninjauan di daerah pengungsian dusun Kelapa Dua dan Desa Hatusua,  Sumbung mengatakan bahwa posko lapangan harus ditambah tetapi tetap di bawah kendali posko induk, dan tetap terorganisir. Sumbung pun berharap Media Centre dapat berfungsi dengan baik di posko induk sebagai sumber informasi ter-update setiap saat agar perkembangan penanganan bencana dapat terekspos dengan baik.

 

LEAVE A REPLY