PIRU. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) KE-XXII pagi ini di halaman Kantor Bupati, Piru.

Peringatan tahun ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Bumi Saka Mese Nusa ini. Wakil Bupati Seram Bagian Barat bertindak selaku inspektur upacara dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja selaku pimpinan upacara. Upacara dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat

Perayaan Otda Ke-XXII Tahun 2018 mengambil  tema “Mewujudkan Nawa Cita Melalui Penyelenggaraan otonomi Daerah yang Bersih dan Demokratis”.

Pada kesempatan ini, Menteri Dalam Negeri RI dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Seram Bagian Barat mengatakan penyelenggaraan otda yang bersih dan demokratis bukan hanya mengharuskan daerah menjalankan otda berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga harus menjadikan transparansi dan partisipasi public sebagai dasar dan tolak ukur utama dalam setiap pengambilan kebijakan sehingga apapun kebijakan itu dapat dipertanggungjaswabkan kepada rakyat.

Selanjutnya, implementasi otda  didasarkan atas aspek kelembangaan bukan atas kehendak seseorang atau kelompok tertentu sehingga dalam penyelenggaraannya, otda taat pada prinsip bahwa semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dimata hukum.

Mewujudkan Nawa Cita sama artinya mewujudkan kesejahteraan rakyat di seitan jengkal tanah air kita. Mewujudkan kesejahteraan akan menjadi sebuah keniscayaan jika otda diselenggarakan secara akuntabel, transparan, berkepastian hukum, dan partisipatif, lanjutnya.

Selama 22 tahun implementasi otda, sudah banyak hal positif yang dirasakan oleh rakyat Indonesia , antara lain pembangunan sarana dan prasarana semakin menggeliat sesuai potensi daerah dengan tingkat akurasi yang tinggi serta mengakomodir keinginan masyarakat. Otda telah mendorong adanya proses pengambilan keputusan yang lebih partisipatif juga demokratis lewat pemeilihan kepala daerah. Buah positif lainnya dari otda  yang kita rasaskan bersama adalah menculnya pemerintahan yang lebih responsive akan kebutuhan masyarakat setempat. Peran aktif masyarakat dalam memberikan control social juga turut terdorong sehingga tercipta pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Selain itu banyak bermunculan inovasi-inovasi yang dilakukan didaerah dalam upaya membangun dan mensejahterahkan rakyat.

Mengakhiri amanatnya, Menteri Dalam Negeri RI berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait dengan adanya dua peristiwa besar dan penting yang akan digelar dan dilaksanakan yaitu Pertama, Agenda Politik Nasional, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018 pada 27 Juni 2018 di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota.

Kepada seluruh ASN, saya ingatkan, untuk menjaga netralitas selama pilkada mendatang berlangsung. Pemerintah tidak akan sungkan memberi sanksi tegas jika ada ASN yang coba-coba menjadi tim sukses calon kepala daerah, juru kampanye, memberikan bantuan fasilitas untuk kampanye atau bentuk tindakan tidak netral lainnya.

Kedua, gelaran Asian Games Ke-18 pada 18 Agustus – 2 September 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang dan beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung sepeerti Lampung, Jawa Barat dan Banten. Sepanjang Asian Games, mata seluruh Asia bahkan Dunia akan berpaling ke-Indonesia. Untuk itu, Pemerintah mohon doa dan dukungan seluruh rakyat Indoesia agar even besar ini berlangsung lancer dan sukses.

Beliau juga berharap peringatan otda ini bukan sekedar seremoni belaka, tetapi menjadi momentum bagi kita mengevaluasi sudah sejauhmana penyenggaraan otda bermuara pada kesejahteraan masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

 

 

LEAVE A REPLY