PIRU:-Prestasi Kabupaten SBB yang telah dicapai ditahun 2020 dibidang Inovasi Daerah diharapkan terus berlanjut, karena itu harus ada peta dan tujuan yang jelas sehingga produk, teknologi, ide dan sistem inovasi yang dikembangkan dapat terus berlanjut dan berkembang secara bertahap menuju peningkatan kualitas.
Karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten SBB menggelar kegiatan Pembobotan penyusunan Dokumen sistem inovasi Daerah(SIDa), Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2020 yang dilangsungkan di Ruang Pertemuan Utama, Pemda Kabupaten SBB, Lantai III,Desa Morekau, Kota Piru Kecamatan Seram Barat, pada Kamis, (3/12/2020).
Hadir dalam kegiatan itu Asisten II, Setda Kabupaten SBB, Alfin Leverne Tuasuun, Kepala Balitbangda SBB, Gaspar Pesireron, Tim Peneliti dari Universitas Gajah Mada(Jogyakarta) dan Para peserta yang terdiri dari wakil dari OPD terkait.
Kepala Badan Litbang Daerah SBB, Gaspar Pesireron saat ditemui usai kegiatan menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan karena kebutuhan agar Inovasi Daerah untuk terus dikembangkan sehingga perlu ada penyusunan Roadmap Inovasi Daerah.
Disingung mengenai,keterlibatan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogyakarta dalam kegiatan ini Pesireron mengungkapkan bahwa sejak tiga tahun lalu ada penandatangan kerjasama MOU antara Pemda SBB dan UGM dalam semua bidang.
“Kebetulan tahun ini dibidang Inovasi, jadi Kita meminta bantuan UGM, selain itu ada ketentuan untuk produk yang ingin dihasilkan kita harus mengambil Perguruan Tinggi yang memiliki akreditasi jelas” urai Pesireron.
Kepala Balitbangda SBB ini berharap, agar semua stakeholder dinas dan badan di Kabupaten SBB ini dapat terlibat dalam kegiatan inovasi daerah, agar Kabupaten SBB dapat terus bisa mempertahankan prestasi pada lomba- lomba inovasi daerah masa yang akan datang.
Pesireron menandaskan, Inovasi itu tidak terbatas pada produk tetapi meliputi sistem, cara kerja, aplikasi dll, artinya sesuatu yang biasa dirubah menjadi sesuatu yang menghasilkan perubahan kearah yang positif.
“Katong merubah kebiasaan dari sesuatu yang belum maksimal dan efektif, ke sesuatu yang lebih baik itu yang disebut dengan inovasi” ungkapnya.
Sementara, Peneliti dari UGM Yogyakarta, Dian Fadlin menyatakan, UGM diminta oleh Pemkab SBB untuk menyusun kajian Roadmap Sistem Inovasi Daerah Kabupaten SBB Tahun 2020.
” Jadi kegiatan diskusi ini adalah, dalam rangka Kita memperoleh data dari Dinas – Dinas terkait mengenai apa saja kondisi Mereka saat ini, harapan kedepannya seperti apa?, kendala-kendalanya seperti apa saja?, sehingga kami dapat memformulasikan rencana kerja yang sesuai dengan harapan Pemkab,Dinas dan Masyarakat SBB.
Dian mengungkapkan, prestasi Kabupaten SBB dalam memenangi 7 Gelar lomba inovasi Daerah, serta antusiasme dari Pemda, Balitbangda dan OPD terkait merupakan hal yang positif bagi penyusunan sistem inovasi daerah untuk jangka waktu ke depan,tetapi kendala yang dihadapi dalam pengembangan inovasi adalah jarak geografis dan kurangnya kompetensi SDM tetapi kesadaran dari Pemkab sudah sangat bagus.
” Saya kira hubungan yang terintegrasi dengan OPD terkait dapat menanggulangi masalah tersebut”cetusnya.
Karena itu, Peneliti UGM ini berharap Pemda SBB harus menyediakan jadwal rutin bagi pelatihan bagi peningkatan kapasitas SDMnya.
Dian berharap, kerjasama yang dilakukan Pemkab SBB dapat menemukan hasil.yang baik, sesuai dengan tujuan bersama yakni terwujudnya dokumen roadmap sistem inovasi daerah yang baik, sehingga UGM dapat menyediakannya sesuai dengan kapasitasnya sehingga bermanfaat bagi bagi Pemkab dan Warga SBB.
Dian mencontohkan, inovasi bukan hanya produk tetapi bisa berupa teknologi penerapan misalnya seperti di bidang pertanian yakni perubahan dari teknologi tradisional kemudian menggunakan alat yang tepat guna sehingga meningkatkan kualitas serta hasil panen.

LEAVE A REPLY