PIRU-Pesparawi merupakan modal sinergitas antara Pemprov, Pemkab dan Kemenetrian Agama dengan merangkul berbagai pihak  untuk mendukung penuh suksesnya acara Pesparawi termaksud masyarakat. Untuk itu Pesparawi diharapkan dapat memberikan ruang bagi semua elemen masyarakat,  khususnya umat Kristen untuk selanjutnya dapat berkontribusi positif dengan menjadikan kehidupan untuk memuliakan Tuhan. Merawat dan memelihara kerukunan dan toleransi harus terwujud dalam hidup berdampingan dengan orang berbeda agama.  Menjamin kebebasan dan rasa aman merupakan bagian dari ibadah,”. Hal ini dikatakan oleh Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Thomas Pentury ketika memberikan sambutan pada acara Pembukaan Pesparawi X di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Sedangkan Menurut Ketua  LPPD Maluku Paulus Kastanya,  mengatakan melalui Pesparawi ini dapat membina sinergitas antar umat, dan modal kerjasama sebagai motivasi bersyukur atas karunia dan talenta yang diberikan, untuk memupuk rasa persatuan dalam bingkai kesatuan sebagai anak bangsa. Karena Pesparawi secara penuh didukung oleh pemerintah dan lapisan masyarakat Maluku, maka sinergitas tersebut diperkuat dalam kononia kebangsaan itu sendiri.

Kastanya turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat merawat keharmonisan bangsa dengan bernyanyi, sejalan dengan tema Pesparawi “Aku akan menyanyi dengan roh dan akal budi”.

Hal senada juga dikatakan oleh Bupati Seram Bagian Barat Drs. M.Yasin Payapo,S.Pd dalam sambutannya mengatakan, masyarakat SBB dengan bangga memberikan dukungan untuk menyukseskan acara ini sehingga menjadikan Pesparawi X sebagai salah satu Pesparawi yang terbaik provinsi Maluku. Dimana, spirit orang basudara harus selalu dihidupkan dan belajar memahami dan mempercayai, menghargai, mencintai,  sebagai falsafaf hidup orang basudara Maluku, potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng di bagi dua. Pesparawi yang dilaksanakan sebagai media baku dapa orang basudara, baik itu dari suku, gender bahkan agama. Menarik lagi proses persiapan hingga pelaksanaan Pesparawi juga didukung oleh umat beragama non Kristen, baik itu dalam kapasitas pengisi acara hingga akses story, dapat menjadi modal sosial untuk mengembangkan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.

Sementara itu, menurut Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff  saat membacakan sambutannya mengatakan mengatakan Pesparawi yang dilaksanakan merupakan sejarah peradaban keagamaann untuk perdamaian Maluku dengan lahirnya dukungan masyarakat dari berbagai etnis dan agama yang memberi gambaran tentang kerukunan orang basudara di Maluku.

“ada beberapa hal penting yang harus direfleksikan secara bersama yaoti perparawi merupakan berkah yang luar biasa bagi Maluku, dimana toleransi antar kelompok dan antara umat beragama bertumbuh dalam satu kesatuan. ”

Untuk itu, Pesparawi dapat dikatakan sebagai identitas diri dan gudang dari orang gemar bernyanyi. “Jadi jika Maluku menjuarai lagi Pesparawi tingkat nasional,  itu karena kita terlahir sebagai juara sejatinya Indonesia,” ujarnya.

Hal ini telah ditegaskan dalam visi pemerintah Provinsi tentang hakekat kerukunan umat beragama. Yaitu Maluku yang kaya tentang persaudaraan harus dijadikan sebagai idiologi dan afrimasi semua umat beragama. Karena itu gubernur Maluku merasa perjumpaan pada malam pembukaan pesparawi ke X dikabupaten Seram Bagian Barat bukan kebetulan.

Turut hadir pada acara pembukaan pesparawi X tersebut, Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama RI Thomas Pentury, Anggota DPR RI Michael Watimena, Ketua DPR Maluku Edwin Huwae, Ketua Sinode GPM Pendeta A.J Werinussa serta Bupati/Walikota se-Maluku.

LEAVE A REPLY