Piru-Polda Maluku menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran,   Gelap Narkoba (P4GN) serta Aspek Penegakan Hukum bagi siswa SMA Negeri 1 Seram Barat dan masyarakat Neniari, Kecamatan, Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Kabag Bin Ops Resnarkoba Polda Maluku, Kompol. Tabitha Resley dan Kasat Ops Resnarkoba Polres Seram Bagian Barat. Inspektur Polisi Satu (IPTU) Usman Muhammad Ode Belu,SE.

Kabag Bin Ops Dit Resnarkoba Polda Maluku. Kompol. Tabitha Resley dalam materinya menjelaskan narkoba adalah sintesis maupun semi sintesis yang dihasilkan dari tanaman atau lainnya yang dapat berdampak pada penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa nyeri. Zat ini juga dapat menimbulkan ketergantungan pada penggunanya seperti morfin, putaw (heroin), ganja, kokain, dan sebagainya.

Dirinya juga menjelaskan tentang zat psikotropika yang tergandung dalam obat ekstasi, shabu-shabu, nipan yang merupakan obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sitesis yang memiliki khasiat psikoatif melalui pengaruh seletif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas normal dan perilaku, sementara itu bahan adiktif seperti alcohol, lem aibon, thinner atau pengecer cat merupakan bahan yang lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.

“Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Narkotika dibagi dalam tiga golongan yaitu golongan 1 sebanyak 65 jenis yang digunakan hanya untuk ilmu pengetahuan, tidak untuk terapi misalnya heroin, kokain, ganja, katinona, dll. Golongan 2 sebanyak 86 jenis yang berkhasiat untuk pengobatan (pilihan terakhir), untuk theraphy, ilmu pengetahuan misalnya morfin, petidin,fentanil, metadon,dll. Sementara untuk Golongan 3 ada 14 jenis yang biasa digunakan untuk therapy, ilmu pengetahuan misalnya codein, buprenorfin dan etilmorfina”, jelas Resley.

Dampak buruk penyalahgunaan narkoba secara fisik dapat ketahui dengan berat badan menurun, muka pucat, mata merah, cekung, mata dan hidup berair, bekas luka syatan atau sembelit, sakit perut, sering sakit kepala serta jantung berdebar dan keringat berlebihan.

Secara emosi penyalahgunaan narkoba sangat sensitif, cepat bosan,cepat emosi,malas, sering lupa pada tanggungjawab. Sementara secara perilaku sikap membangkang, kasarsuka memukul, sering mengatuk, kurang perhatian, suka bertemu dengan orang asing, pulang telat, meninggalkan aktivitas yang biasa, mencuri menghilangkan atau mengadaikan dan sering menyendiri di tempat sepi.

Untuk itu, dirinya meminta dari generasi muda (para siswa) serta masyarakat di Kabupaten Seram bagian Barat agar dapat memberikan informasi kepada pihak kepolisian agar dapat bersama-sama memerangi narkoba yang dapat merusak kehidupan manusia.

Sementara itu, Kasat Ops Resnarkoba Polres Seram Bagian Barat. Inspektur Polisi Satu (IPTU) Usman Muhammad Ode Belu,SE. selaku orang yang bertanggungjawab penuh dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk memerangi Narkoba mengharapkan agar adanya peranan dari seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten SBB baik itu, siswa-siswi, pemuda dan orang tua agar dapat memberikan informasi jika diketahu terkait penyebaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang.

“Kami Pihak Kepolisian di Porles Seram Bagian Barat tidak mampu memerangi Narkotika sendiri karena kami sangat sedikit, dan kami manusia yang lemah, untuk itu, kami mengharapkan seluruh masyarakat agar dapat bersama-sama dengan pihak kepolisian untuk membebaskan SBB dari Narkoba dan Obat-obat terlarang lainnya, dan bersama-sama mengatakan tidak pada narkoba. bersama rakyat kita kuat dan besar,” himbau Kasat.

LEAVE A REPLY