Piru – Maraknya berkeliarannya hewan ternak (sapi) didalam Kota Piru mengakibatkan jalan – jalan dipenuh kotoran hewan, maka Polres Seram Bagian Barat siap melakukan penindakan. Hal ini dikatakan oleh Kapolres Seram Bagian Barat AKBP.Bayu Tarida Butar Butar.S.Ik. di Aula Polres SBB dalam kegiatan mensikapi maraknya hewan ternak peliharaan yang berkeliaran bebas di wilayah Kota Kabupaten.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kesadaran masyarakat untuk bagaimana mengikat hewan – hewan sapinya atau mengandangkannya sehingga perlu adanya penindakan tegas karena warga tidak mematuhi aturan yang berlaku terkait penertiban.

Dirinya juga memaparkan tujuh point penting yang berkaitan dengan penindakan pada hewan ternak sapi yang berkeliaran bebas dalam kota Piru diantaranya

  1. Penertipan hewan ternak liar
  2. Laka lantas akibat hewan ternak liar.
  3. Kotoran ternak dijalan protocol
  4. Himbauan dan sanksi ternak liar dalam KUHPidana dan KUHPerdata.
  5. PERBUB Nomor 03 tahun 2015 tentang penertiban hewan ternak
  6. Penyiapan tempat parkir / karantina ternak.
  7. Pada hakekatnya dalam mensikapi maraknya hewan ternak yang berkeliaran bebas bukan hanya tanggung jawab kepolisian saja namun merupakan tanggung jawab bersama antara para peternak dan pemerintah guna dapat mencegah timbulnya gangguan kamtibmas ataupun hal-hal yg dpat merugikan pengguna jalan dalam berkendara.

Peserta yang hadir pula mendukung penertiban ternak sapi yang berkeliaran di ibukota Kabupaten seperti ada yang mengusulkan agar pemilik ternak juga harus diundang, kepada pemilik ternak harus  membuat kandang, sebab adanya sebuah potensi yang bisa jadikan kotoran hewan sebagai pupuk yang bisa di gunakan. Pemerintah harus menyiapkan lahan untuk ternak, dan dengan adanya sanksi KHU Pidana maupun sanksi KUH Perdata jika peternak merasa keberatan dengan denda sanksi karena dapat disalah gunakan oleh oknum untuk pemerasan.

Menanggapi usul saran tersebut, Kakesbang Pol dan Linmas H. S Patty. S.Sos. mengatakan Perbup nomor 15 tahun tahun 2015 ada karena adanya beberapa kegiatan tingkat Nasional yang dilaksanakan di Kab SBB yakni MTQ dan Pesparawi.

Terkait dengan pupuk kandang hewan ternak harus dikandangkan sehingga pupuk bisa langsung di ambil di kandang, Terkait usulan Kapolres akan kami tindak lanjut dengan instansi terkait. Pemerintah Daerah berharap kepada pemilik ternak agar dapat membantu Pemda dalam menjaga kota Kab SBB tetap bersih.

Hasil pertemuan Akan di buat group Whatshapp pemilik ternak dan instansi terkait guna penanganan hewan ternak, Oleh sebab itu Polres memberikan solusi dengan parkir ternak. Bagi para pemilik ternak sapi agar dapat datang ke Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti, Terkait dengan usul saran akan ditindak lanjuti kepada Camat dan Desa dan akan melakukan pendataan ulang terhadap peternak sapi.

Dinas Pertanian juga akan membuat surat edaran ke kewilayahan kepada pemilik hewan ternak sapi dapat memberikan tanda sendiri pada ternaknya.

LEAVE A REPLY