Piru – Gelar Press Realese Kasus Pengancaman, Pengrusakan, Pembakaran rumah yang dilakukan beberapa Warga Masyarakat yang terjadi di Desa Lohiatala, Kec.Kairatu Barat.

Kapolres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar Butar.S.Ik dalam Press Realese-nya menjelaskan terkait kasus yang terjadi di desa Lohiatala Kecamatan Kairatus Barat bermula pada tanggal 10 September 2020 adanya seorang warga Lohiatala (Riki Nikolebu) yang kerasukan, kemudian terhadap orang tersebut dilakukan pelayanan secara rohani oleh ibu pendeta di Lohiatala, saat pelayanan tersebut orang yang kerasukan menyebutkan nama seseorang yang kemudian oleh warga menjustifikasi sebagai Sunggih.

Sehingga secara berbondong-bondong menuju rumah warga tersebut (korban Ny. Suzana Nikolebu) & kemudian melakukan pengancaman (tsk JN) dengan cara mencari Ny. Suzana Nikolebu dgn menggunakan sebilah parang & mengancam akan memotong yang bersangkutan apabila bertemu.

Hal tersebut berlanjut pada tanggal 12 September 2020, terjadi kembali persitiwa yang sama, yaitu Sdr. Riki Nikolebu mengalami kerasukan & setelah dilakukan pelayanan secara rohani oleh ibu pendeta, Sdr. Riki Nikolebu menyebutkan nama-nama warga yang kemudian dijustifikasi sebagai Suanggih.

Oleh karena itu warga desa Lohiatala secara berbondong – bondong menuju ke rumah Sdr. Piter Touwely, Rmh Sdr. Godlief Sardely, dan Rmh Sdr. Suzana Nikolebu kemudian mereka lakukan pengrusakan serta pembakaran.

Pelaku pengrusakan tersebut di sebutkan Kapolres SBB yakni” CT dan RT mereka berdua adalah warga Desa Lohiatala.

Sedangkan Rumah Sdr. Piter Touwely rata dengan tanah karena dirusak & dibakar oleh BR, GKR, AS, YAT, ST, BT, PN, PM, sementara Rumah Sdr. Godlief Sardely rusak parah karena dirusak & sebagian besar dibakar oleh : CT, FR, FN, YL, PK, MM, RT, DM, AS, YAT (anak), AL( anak), GM (anak), YM (anak).

Menurut Kapolres SBB Pasal yang diterapkan Terhadap para pelaku, yakni” pasal 170 ayat (1) jo pasal 406 KUHP jo Pasal 55 KUHP ancaman hukuman 5 tahun, dan Yang terlibat melakukan pembakaran dikenakan pasal 187 KUHP, 170 KUHP jo pasal 406 KUHP jo pasal 55 KUHP ancaman hukuman 12 tahun.

Sedangkan pelaku Yang melakukan pengancaman dengan senjata tajam dikenakan pasal 335 KUHP jo pasal 2 ayat UU Darurat No. 12 thn 1951 ancaman hukuman

Terhadap peristiwa tersebut Penyidk Polres SBB telah menetapkan 24 orang tersangka & terhadap 4 anak sebagai pelaku tdk dilakukan penahanan.

Dan diduga ada 5 orang yang merupakan aktor utama dari kejadian tersebut, yaitu JN, CT, RT, FR, dan PT. Khusus kepada anak sebagai pelaku akan dilakukan Diversi berdasarkan UU Sistim Peradilan Anak.

Lanjut kata Kapolres SBB, Langkah – Langkah yang telah dilakukan Untuk mengantisipasi kerawanan yang terjadi pasca kejadian tersebut, maka Kapolsek Kairatu Barat secara intensif memberikan himbauan kepada warga agar tidak terprovokasi & hormati proses hukum yang sementara dilakukan oleh Sat Reskrim Polres SBB.

Penyidik Sat Reskrim Polres SBB melakukan proses hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dan direncanakan minggu depan Berkas Perkara kasus Desa lohiatala akan dilimpahkan Tahap I untuk dilakukan penelitian Berkas Perkara oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat. Tutup Kapolres

LEAVE A REPLY