Rumahkay- Kapolsek Kairatu Timur Iptu.Idris Mukadar.S.Hi  bekerjasama dengan Pemerintah Negeri Rumahkay menindaklanjuti hasil pertemuan bersama di Polres SBB terkait penerapan Peraturan Bupati SBB No.03 Tahun 2015 tentang penertiban hewan ternak. Maka Polsek Kairatu menggelar Sosialisasi yang melibatkan 24 orang peternak sapi yang ada di Desa Rumahkay.

Kapolsek Kairatu Timur dalam arahannya mengatakan,Sapi, Kerbau, Kambing, Babi, Anjing dan sejenisnya. Harus dijaga di tidak boleh berkeliaran secara liar. Jika ditemukan hewan yang berkeliaran maka akibatnya para peternak harus berhadapan dengan hukum karena membuat kelalaian.

“Berdasarkan Peraturan perundang-undangan yang ada di KUHP yaitu Pasal 548 KUHP dan pasal 549 KUHP, kemudian pada Perbub Nomor 03 tahun 2015 tentang Penertiban Hewan Ternak yang di sertai dengan sangsi-sangsi Hukuman dan Denda yang di akibatkan dari kelalaian para peternak. Untuk itu bagi para peternak di haruskan untuk membuat kandang dan memberikan tanda pada hewan pemeliharaannya”. Jelasnya.

Katanya pula, kandangkan hewan ternak/sapi, kerbau, Kambing dan sejenisnya atau di ikat sekurang kurangnya 50 meter dari badan jalan protokoler sebagaimana termuat dalam Perbub Nomor 03 tahun 2015 tentang penertiban hewan ternak pasal 5 dan pasal 6. Bila terjadi kerusakan atau hewan ternak memakan tanaman warga atau terjadi kecelakaan laka lantas akibat hewan peliharaan yang tidak di kandangkan atau tidak di ikat sesuai peraturan Bupati Nomor 03 tahun 2015. baik Kambing, anjing dan sapi atau sejenisny maka resiko menjadi tanggungjawab pemilik peternak selain sangsi melalui Perbup ada juga sangsi berdasarkan Pasal 549 KUH Pidana dan Pasal 1368 KUH Perdata dapat di gunakan sebagai dasar untuk menindklanjuti persoalan tersebut.

LEAVE A REPLY