AMBON – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Murad Ismail -Barnabas Orno (BAILEO) keluar sebagai pemenang Pilgub Maluku Tahun 2018. Hal ini ditetapkaan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Maluku usai mengumumkan rekapitulasi hasil pengitungan suara dalam rapat pleno terbuka di Aula Kantor KPU Maluku Tantui Ambon, Senin (9/7) malam.

BAILEO yang diusung PDIP, Partai Gerindra, Partai NasDem, PKB, PAN, Partai Hanura, PPP, PKPI itu unggul dari pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubenur Maluku Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN) yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS serta Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) dari jalur independen

Dari rekapitulasi perhitungan suara, Pasangan BAILEO menang di enam kabupaten yakni Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Sedangkan SANTUN, unggul di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Sementara pasangan HEBAT, calon dari jalur perseorang menang di Kota Ambon dan Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilkada Maluku itu tertuang dalam surat keputusan KPU Maluku Nomor 712/HK.031/KPT/81-Prof/VII/2018 tentang hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Maluku tahun 2018.

Ketua KPU Maluku, Syamsul Rivan Kubangun dalam membacakan Surat Keputusan KPU Maluku tentang Penetapan Hasil Perhitungan Suara di 11 Kabupaten/Kota Se-Maluku, “Menetapkan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018 sebagai berikut, pasangan Said Assagaff dan Andreas Rentanubun (SANTUN) dengan perolehan suara sebanyak 251.036, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Murad Ismail dan Barnabas Orno (BAILEO) memperoleh suara sebanyak 328.982 suara, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath (HEBAT) memperoleh 225.636 suara,”

Lima komisioner KPU Maluku menandatangani berita acara usai penetapan. Penandatanganan juga dilakukan saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Saksi Paslon HEBAT menolak menandatangani berita acara penetapan, karena menurutnya banyak laporan dan temuan yang dipersoalkan namun tidak ada penyelesaian dari KPU Maluku pada saat rapat pleno.

Setelah penetapan hasil rekapitulasi ini, KPU Maluku menunggu selama tiga hari terkait ada atau tidaknya gugatan yang diajukan Paslon ke Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penetapan hasil Pilgub Maluku, kata Rivan. “Kita akan tunggu paling lambat tiga hari untuk gugatan ke MK atas penetapan ini,” katanya.
Jika tidak ada gugatan, maka KPU Maluku akan melanjutkan tahapan selanjutnya yakni penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih. “Tapi kalau ada, maka putusan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih akan ditindaklanjuti setelah adanya putusan MK,” lanjutnya.

Rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Maluku dihadiri oleh saksi tiga Paslon, komisioner KPU kabupaten/kota se-Maluku, Bawaslu Maluku dan Panwas se-Maluku. Pleno dikawal ketat oleh personil gabungan Polda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan dipantau langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus serta sejumlah pejabat tinggi Polda Maluku.

LEAVE A REPLY