Piru- Pastori Ketua Klasis Seram Barat akan dibangun dengan ukuran 254,50 meter persegi dengan biaya yang diperkirakan sebesar Rp. 1.896.025.000 (satu milyar delapan ratus Sembilan puluh enam juta dua puluh lima ribu rupiah) yang bersumber dari subsidi  Klasis Seram Barat, usaha dana panitia, tanggungan jemaat se-klasis Seram Barat, sumbangan pemerintah daerah Seram Bagian Barat dan sumbangan donator.  Hal ini dikatakan oleh Ketua panitia pembangunan pastori  Ketua Klasis Seram Barat Pdt. Willy Merpey pada saat menyampaikan laporan panitia pembangunan pastori Ketua Klasis

Menurut Merpey, dasar dari pelaksanaan pembangunan rumah pastori tersebut adalah persidangan Klasis Seram Barat yang ke 45 tahun 2018 dan surat keputusan Majelis Pekerja Klasis Seram Barat nomor 04/SKEP/KSB/06/2018 dengan tujuan melaksanakan pembanguan rumah pastori Ketua Klasis Seram Barat untuk mendapatkan tempat yang representatif bagi hamba Tuhan dalam membangun pergumulan dan pelayanannya, sebagai garis koordinator Seram Bagian Barat yang berada di pusat Kabupaten sudah saatnya Klasis Seram Barat Piru menata dan membangun infrastruktur pelayanan dalam menopang pelayanan di wilayah tersebut.

Dirinya juga meminta dukungan doa, dan bantuan semua pihak agar dapat menopang panitia untuk segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah pastori Ketua Klasis Seram Barat.

Sementara itu, Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku (MPH Sinode GPM) Pdt. Dr. Nick Sidubun,M.Th dalam arahannya mengatakan rumah pastori Klasis Seram Barat yang akan dibangun saat ini memiliki makna sebagai sentral terhadap berbagai dinamika pelayanan yang intinya mengandung nilai teologis yaitu perjumpaan terhadap nilai-nilai kehidupan baik itu perjumpaan secara internal dalam pelayanan bergereja maupun perjumpaan secara eksternal dengan pemerintah atau lembaga keagamaan lainnya di Kabupaten SBB yang berbicara menyangkit nilai-nilai kehidupan.

“MPH Sinode GPM juga meminta agar kedepan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat  dapat menghadirkan kelengkapan dalam bentuk perda atau peraturan lainnya menyangkut hak-hak adat sehingga dapat menghilangkan ketersingungan antar masyarakat dan umat beragama  yang mendiami bumi Saka Mese Nusa”,pinta Sidubun.

Pembangunan pastori Ketua Klasis Seram Barat diawali dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Bupati Seram Bagian Barat, Ketua Klasis Seram Barat, Kepala Tukang Pembangunan dan salah satu perwakilan anggota jemaat.

 

 

LEAVE A REPLY