Pasien Asal Seram Bagian Barat yang terkonfirmasi meninggal karena Positiv Covid-19, dengan  Inisial DAS, yang dirawat di RSUD Ambon secara medis merupakan pasien dengan riwayat Gagal Ginjal, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan SBB Anis Tappang dalam konferensi Pers di Media Centre Gustu Covid-19 (12/5).

“Tanggal 21 April pasien mendatangi Puskesmas Kairatu, dan saat diperikasi ada terjadi pembengkakan di kaki, wajah dan pembengkakan di Perut maka dirujuklah dia ke Rumah Sakit Haulusy”, Ungkap Tapang.

Menurut Tappang, saat dirawat di Rumah Sakit Haulusy Ambon, Almarhum DAS sempat diintervensi Rapid Diagnosa Test untuk memastikan ada atau tidaknya Covid-19 namun hasilnya Negativ. Hal tersebut dilakukan oleh pihak Rumah Sakit setelah mengetahui Suami Pasien pernah Bepergian Ke Jakarta.

“kemudian tanggal 30, delapan hari setalah Rapid Test pasien mengalami batuk dan sesak nafas, berdasarkan itu maka diambillah Swabnya oleh Pihak Rumah Sakit”, Tapang

Dalam penuturannya, Kadis SBB tersebut menyampaikan, setelah 7 hari pengambilan SWAB pasien telah meninggal Dunia, sementara Hasil SWAB Positiv Covid-19 belum ada.

Saat ditanyakan kenapa Pasien yang meninggal tersebut tidak ditangani menggunakn Protap Penanganan Pasien Covid 19, Anis Menyampaikan Kalau Pasien DAS tersebut tidak masuk dalam kategori ODP atau PDP.

“normativnya seperti itu bahwa pasien tidak masuk dalam kartegori itu, jika pertanyaanya kalau sample SWAB sudah diambil maka harus pake Protap kesehatan menangani jenazahnya maka itu wewenangnya Gustu Provinsi yang menjawab”, Lanjut Anis.

Dalam konvrensi itu juga Kadis Kesehatan menyebutkan telah melakukan Rapid Test pada Suami Korban dan hasilnya Negativ.

“hari ini (12/5) tracing sedang kami lakukan terhadap siapa saja yang pernah terkontak dengan almarhum, kemudian akan kami lakukan penyemprotan disinfektan baik itu di rumah maupun di lingkungan sekitar rumah korban”, Tambah Tapang.

 

LEAVE A REPLY