Dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemprov.Maluku di Kab.SBB bertempat di Pendopo Bupati SBB Ketua MUI Provinsi Maluku Dr. Abdulah Latuapo menyampaikan Hikmah Ramadhan dan mengengatakan ada tiga fase dalam bulan suci Ramadhan. Fase yang pertama disebut Rahmat, yang kedua adalah Magfirah atau ampunan, dan sekarang kita berada di fase yang ketiga yaitu itqun minan nar atau pembebasan dari api neraka menuju pada ukhuwah sesama kita umat manusia.

Bagaimana kita memupuk kebersamaan antara sesama manusia, sehingga ketika kita keluar dari bulan suci Ramadhan bagaikan bayi yang baru lahir ke dunia. Di fase yang ketiga ini, kita berusaha agar dosa-dosa kita dibakar oleh Allah SWT.

Bukan hanya dosa kepada Allah, kita juga melakukan dosa-dosa kepada sesama manusia, saling menyakiti, saling menzolimi antar sesama kita.Sehingga saat kita berada di akhir penhujung bulan suci Ramadhan ini, wajib bagi kita untuk saling memaafkan. Memaafkan merupakan sikap mulia yang amat di anjurkan dalam ajaran Islam.

Jika seseorang berbuat Kejahatan maka, akan dibalas dengan kejahatan yang setimpal, tetapi lebih baik dari itu balaslah dengan kebaikan, orang yang seperti itu besar pahalanya di hadapan Allah SWT. Jika seseorang berbuat jahat kepada kita maka, kita harus menyikapinya dengan sabar dan memaafkan perbuataan yang dilakukan kepada kita.

Memaafkan adalah salah satu akhlak yang sangat mulia dalam islam. Barang siapa yang bersabar dan memiliki jiwa pemaaf, maka dia termaksud mahluk-mahluk pilihan di sisi Allah SWT.

Dalam kesempatan ini mari kita saling memaafkan, karena konsep Islam mengatakan, berdosalah jika kita tidak bertegur sapa selama tiga hari dengan sesama manusia, baik yang muslim maupun non-muslim. Iri, dengki, dendam bukan hanya ajaran Islam yang melarang, tetapi di dalam kitab Injil pun melarang untuk bersifat iri, dengki, dan dendam. Karena dimana perasaan iri, dengki, mementingkan diri sendiri itu akan melahirkan kejahatan-kejahatan yang lain. Iri, dengki, dan dendam akan merusak semua amal ibadah yang kita lakukan, ibarat api membakar kayu. Dan Allah tidak akan menerima ibadah orang-orang yang menyimpan iri dan dengki.

Ada empat yang harus kita lakukan agar tercipta kebersamaan dan persatuan dalam diri. Pertama, Menyampaikan keragaman dan perbedaan. Kedua, menerima keragaman dan perbedaan itu. Ketiga, saling menghargai dan menghormati. Keempat, bersatu dalam perbedaan dan keragaman itu.

Kita sudah berada di penghujung Ramadhan dan sebentar lagi merayakan hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri 1440 Hijriah 2019 Masehi. Untuk menciptakan kebersamaan, persatuan dan persaudaraan di hari yang fitri mari kita saling memaafkan, jangan ada sifat iri, dengki, dendam di dalam diri. Karena kita semua orang basudara.

LEAVE A REPLY