PIRU-Anggota Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Turaya Samal yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Guru Backpacker Indonesia menghadiri pelatihan pembuatan Kripik Kulit Singkong terhadap ibu-ibu rumah tangga di Desa kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kamis lalu. Kegiatan ini digelar oleh guru Backpaker Indonesia bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Maluku.

Dalam sambutannya, Samal mengatakan Industri Kecil (Home Industri) harus menjadi perhatian serius bagi semua stakholder maupun instansi terkait di Maluku.

Lebih lanjut Ia menyampaikan, pentingnya membangun kreatifitas mayarakat SBB dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatnya pendapatan masyarakat.

Olehnya itu, salah satu sektor potensial yang perlu dikembangkan adalah sektor industri kecil (Home Industri) dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa. Home industri ini nantinya akan kita dukung dari sisi pemodalan dan pemasaran,tambahnya.

Ia menambahkan, kunjungan ini akan dilaksanakan selama 5 hari di Kabupaten Seram Bagian Barat. Selain menghadiri kegiatan pelatihan, kunjungan tersebut dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat SBB dan melakukan safari Ramadhan ke beberapa desa dan dusun yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dalam kesempatan yang sama Koordinator kegiatan, Asrul Kaisuku mengatakan pentingnya melakukan pelatihan ini guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia masyarakat desa terutama dalam membangun industri rumahan.

“dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Home Industri memiliki peranan penting dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa, terutama bagi ibu rumah tangga,”tandasnya.

Pelatihan peningkatan kapasitas SDM dalam mengelola Home industri akan digelar di sejumlah desa/dusun yang tersebar di SBB diantaranya, Dusun Katapang, Dusun Pelita jaya serta STIKES Bakti Husada Air buaya Kairatu.

Kegiatan diakhiri dengan rangkaian buka puasa bersama dengan majelis ta’lim, tokoh mayarakat Desa kawa serta guru backpaker indonesia dan forum lingkar pena maluku.

LEAVE A REPLY