Piru – Hal tersebut disampaikan oleh Kepala satuan kerja penyediaan perumahan Provinsi Maluku, Pieter Pakabu, ST, M.Si saat berlangsungnya acara Serah Terima buku tabungan dan penyerahan material Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dana APBN Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Maluku tahun 2019, di kantor Desa Piru, Jumat 2 Agustus 2019.

“Pada tahun 2018, Kab SBB mendapat bantuan 550 unit rumah dengan biaya per rumah sebesar Rp 15.000.000, namun atas keterbatasan anggaran yang ada, maka pada tahun 2019, Kab SBB hanya mendapat bantuan 350 unit rumah dengan total biaya Rp. 6.120.000.000. Di tahun 2019 ini terdapat peningkatan besaran jumlah bantuan per unit sebesar Rp 17.500.000 dengan rincian Rp 15.000.000 untuk biaya material dan Rp 2.500.000 untuk upah tukang untuk pembangunan rumah dengan ukuran 6×6 meter persegi.  Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin guna meningkatkan penghasilan hidup masyarakat ekonomi rendah” urai Pakabu.

 

Sementara,  Bupati Seram Bagian Barat, Drs M. Yasin Payapo, M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa di dalam UUD 1945 dan pasal 28 Amandemen UUD 1945, bahwa rumah adalah salah satu hak dasar rakyat. Oleh karena itu, setiap warga negara berhak untuk memiliki tempat tinggal dan mendapat lingkungan hidup yang baik dan sehat, selain merupakan kebutuhan dasar manusia, rumah juga berfungsi  meningkatkan harkat, martabat, mutu kehidupan dan penghidupan.

Rumah juga sebagai pencerminan diri pribadi dalam upaya peningkatan taraf hidup, serta pembentukan watak, karakter dan kepribadian bangsa. Namun sayangnya hak dasar rakyat tersebut pada saat ini masih belum sepenuhnya terpenuhi. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan pemenuhan kebutuhan perumahan (backlog) yang relatif masih besar.

Lebih lanjut Payapo mengatakan bahwa pembangunan perumahan dan pemukiman jika dilakukan secara benar akan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan. Hal tersebut disebabkan karena pembangunan perumahan dapat mendorong pertumbuhan wilayah dan ekonomi daerah, mendukung pembangunan sosial budaya dan memberikan efek multiplier terhadap sektor lain.

“Saya sementara berjuang, membuka akses jalan di daerah pegunungan, di daerah huamual belakang agar dapat tersambung dengan baik, agar masyarakat kita dapat memperoleh kemudahan bertransportasi demi peningkatan kesejahteraan hidup mereka. saya akan meminta setiap OPD untuk memetakan warga kurang mampu di setiap desa, byname by address, sehingga nantinya dapat kita berdayakan mereka dengan bantuan yang tepat sasaran” jelas Payapo.

Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat akan ikut mengawasi proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan, dengan harapan program BSPS ini dapat meringankan beban masyarakat dalam meningkatkan kualitas rumah sehingga jumlah rumah tidak layak huni dapat berkurang secara bertahap. Setelah memberikan sambutan, Bupati didampingi Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Maluku dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab SBB menyerahkan secara simbolis buku tabungan dan bahan material.

 

LEAVE A REPLY