Kabupaten Seram Barat akan segera punya Masjid Agung Kabupaten yang dibangun dengan konsep terapung di atas laut. Hal ini terungkap disela-sela acara pelepasan Calon Jamaah Haji asal Kab. SBB oleh Bupati SBB pada Minggu (14/07/2019) di gedung Hatutelu kota Piru.

Selaku Ketua Yayasan Nurul Yasin, Mansur Tuharea menyerahkan Batu alas Pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin Kabupaten seram bagian barat (SBB) kepada bupati Drs. M.Yasin Payapo, MPd dan selanjutnya diserahkan Bupati kepada Ketua panitia pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin Burhanuddin Tubaka.

Bupati beserta istri Ny. Sarifa Payapo, Ketua DPRD SBB J.Hans Rotasouw, wakil ketua DPRD SBB Mustafa Raharusun bersama anggota didampingi PLT Sekda SBB S.Silawane, Kapolres SBB.AKBP.Agus Setiawaan, seluruh OPD lingkup Pemda SBB, para Camat dan 123 calon jamaah haji.

Dalam sambutannya bupati mengatakan pembangunan mesjid Agung Nurul yasin ini nantinya akan di bangun terapung dan terletak di atas air laut yang ada di waimeteng desa piru.

Beliau mengatakan “kapasitas Masjid Al-Muhajirin yang merupakan Masjid utama di Piru sebagai ibukota kabupaten ini dirasa sudah kita memadai dan tidak lagi mampu menampung jumlah jamaah yang akan sholat disana. Sehingga kita perlu membangun sebuah Masjid Agung Kabupaten, dimana selain untuk menampung Jamaah yang akan beribadah Masjid ini juga diharapkan menjadi ikon baru kabupaten.”

Sementara itu Ketua yayasan  Nurul Yasin  Mansur Tuharea mengatakan hal yang sama bahwa pembangunan mesjid Agung kabupaten SBB ini di karenakan mesjid Al-muhajirin kota piru yang saat ini sudah tidak dapat menampung jamaah, dan pembangunan mesjid baru ini atas pikiran dan kemauan semua tokoh dan masyarakat muslim kabupaten SBB.”

Ketua Panitia pembangunan Masjid Agung Nurul yasin, Burhanuddin Tubaka mengatakan “saat ini panitia sudah mulai bekerja untuk persiapan pembangunan, baik administrasi maupun lahan. Kita sudah mulai mengerjakan  persiapan pembangunan, persiapan administari dan lahan sudah mencapai 80 persen”

Tubaka menambahkan “Panitia dan Pemerintah daerah merencanakan pembangunan akan rampung dan dapat digunakan pada tahun 2021 nanti, kita punya target pembangunan tiga tahun selesai sudah bisa digunakan”.

Tubaka berharap agar pemda dan seluruh masyarakt  SBB dapat bersama-sama untuk mendorong percepatan pembangunan mesjid  terapung pertama di Maluku itu. “Kita sangat  berharap dukungan dari pemda dan seluruh masyarakat dalam percepatan pembangunan Masjid agung SBB ini.”

LEAVE A REPLY